Purbaya Ungkap 5 Fakta IHSG Trading Halt, Singgung Saham Gorengan

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Kamis, 29/01/2026 10:40 WIB
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan dalam acara Financial Forum 2025 di Jakarta, Rabu (3/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026), setelah sepanjang hari kemarin ambrol hingga mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Pagi ini, IHSG kembali mengalami trading halt setelah indeks turun 8% ke level 7.654,66. Sebanyak 694 saham turun, 34 naik, dan 230 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 10,78 triliun, melibatkan 12,07 miliar saham dalam 852.200 kali transaksi.


Sejak kemarin, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah melontarkan berbagai statement yang menyatakan bahwa kejatuhan IHSG ini dipengaruhi masalah teknis sentimen, bukan terkait fundamental perekonomian Indonesia.

Menurut Purbaya, jatuhnya IHSG dipengaruhi oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menilai masih adanya persoalan serius pada transparansi dan penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes, meski Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan perbaikan mino

Oleh sebab itu, ia percaya IHSG akan kembali berbalik seiring dengan perbaikan ekonomi yang terus berlanjut. Pada 2025 diperkirakan ekonomi tumbuh 5,2% dan diharapkan menyentuh 6% pada tahun ini.

"(IHSG) akan rebound karena pondasi ekonomi kita betulin betul-betul secara serius," jelasnya.

Berikut ini 5 pernyataan Purbaya yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi pasar saham dan menenangkan investor:

1. Jangan Takut!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal situasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang jatuh sejak pembukaan perdagangan Rabu (28/1/2026). Ia menekankan, investor tak perlu takut terkait situasi itu.

"Enggak usah takut," kata Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

2. Efek Reaksi Berlebihan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penyebab kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (28/1/2026), dipicu oleh berita soal Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait dengan penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes.

"Menurut saya IHSG kan jatuh karena berita yang MSCI yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan. Persyaratan mereka ya itu manajemen bersih dan free floatnya berapa persen," paparnya, saat ditemui di Istana Negara, Rabu (28/1/2026).

Adapun, MSCI memang menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, Purbaya menuturkan reaksi pasar terhadap sentimen MSCI ini terlalu berlebihan. Dia sudah berbicara kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai hal ini.

"Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan," kata Purbaya.

3. It's a Good Time To Buy

Karena pemicunya faktor sentimen teknikal, Purbaya meyakini pelemahan atau memerahnya IHSG hanya bersifat sementara.

"Jadi ini hanya shock sesaat, jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa menyesuaikan MSCI dan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global," tegas Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Karenanya, ia menegaskan kepada para investor domestik maupun global bahwa dalam waktu dekat kinerja saham Indonesia akan kembali menghijau ke depannya dan terus menguat, Maka, ia tak segan menyatakan bahawa saat ini sebetulnya waktu yang tepat bagi investor untuk membeli kembali saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sebelum bulan Mei harusnya sekarang it's a good time to buy," tegas Purbaya.

4. Pekan Depan Balik Hijau

Menurut Purbaya, IHSGakan pulih dalam sepekan ke depan.

"Ini kan masih shock. Besok kan flat. Minggu depan lah Anda lihat minggu depan (pulih)," kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

"Cuman ini karena berita negatif tadi kan Kita tidak dianggap transparan, free floatingnya ga cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya. Seperti itu," tutur Purbaya.

5. BEI Harus Bersihkan Penggoreng Saham

Selain masalah MSCI, Purbaya mengungkapkan, ambruknya IHSG pada hari ini tak terlepas dari masih leluasanya penggoreng saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Cuman ini karena berita negatif tadi kan kita tidak dianggap transparan, free floatingnya enggak cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya. Seperti itu," kata Purbaya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

"Dan banyak penggoreng-penggoreng di pasar saham yang bebas berkeliaran. Untungnya banyak, sementara yang investor kecil mungkin sebagian dirugikan," tegasnya.

Oleh sebab itu, Purbaya menegaskan, telah memberi waktu terhadap otoritas bursa untuk memberesi para penggoreng saham hingga Maret 2026. Bila tak kunjung mampu, ia mengaku akan intervensi langsung melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan alias KSSK.

"Anda yang sikat lah. Saya sudah minta ke OJK untuk konfrontasi dengan BEI. Sekarang bulan apa? Januari. Kalau sampai akhir Maret enggak jalan, saya akan ke sana sebagai ketua KSSK. Sekarang kita biarkan mereka kerja dulu," paparnya.


(arj/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bursa Saham RI Ambruk Digebuk MSCI