MARKET DATA

IHSG Kena Trading Halt Lagi, Ini 20 Saham Paling Jeblog!

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
29 January 2026 09:40
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: IHSG Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual masif pada perdagangan hari ini, Kamis )29/1/2026) dipicu oleh sentimen negatif terkait status pasar modal Indonesia di mata global. Kabar mengenai keputusan MSCI yang membekukan bobot indeks Indonesia serta ancaman downgrade dari Emerging Market menjadi Frontier Market memicu kepanikan investor.

IHSG bahkan kembali dikenai trading halt pada Kamis pagi sekitar pukul 09.24 WIB setelah ambruk 8%.

Kekhawatiran akan terjadinya arus keluar modal asing (capital outflow) secara besar-besaran membuat pelaku pasar merespons dengan aksi jual agresif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang menjadi konstituen utama indeks.

Sentimen "Turun Kasta" Pukul Saham Unggulan

Ancaman penurunan status menjadi Frontier Market menjadi sinyal negatif bagi likuiditas pasar domestik. Jika hal ini terealisasi pada bulan Mei mendatang, manajer investasi global yang mengelola dana pasif (ETF) berbasis Emerging Market akan dipaksa untuk melakukan penyesuaian portofolio (rebalancing) dengan melepas kepemilikan saham di Indonesia.

Kepanikan ini tercermin jelas pada pergerakan saham-saham konglomerasi besar. PT Barito Pacific Tbk (BRPT), salah satu emiten dengan bobot besar, langsung menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) dengan penurunan 15,00% ke level Rp1.955. Hal serupa dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang masing-masing anjlok 14,98% dan 14,97% dengan offer yang masih sangat tebal.

Penurunan tajam pada saham-saham ini mengindikasikan bahwa investor institusi mulai mengantisipasi risiko regulasi pasar global tersebut dengan mengurangi eksposur pada aset-aset berisiko tinggi di Indonesia.

Daftar 20 Saham Top Losers

Tekanan jual tidak hanya melanda saham lapis pertama, tetapi juga merambat ke saham lapis kedua dan ketiga, menciptakan efek domino di seluruh sektor. Berikut adalah daftar 20 saham dengan penurunan terdalam pada perdagangan hari ini:

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)



Most Popular