Pemegang Dolar Bersiap, Purbaya Ramal Rupiah Bakal Menguat Segini!

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 11:35 WIB
Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan terus menguat, bahkan jauh di level saat ini yang berada di kisaran Rp 16.700/US$.

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026) dengan apresiasi sebesar 0,06% ke posisi Rp16.760/US$. Penguatan ini melanjutkan tren positif sehari sebelumnya, ketika pada Senin (26/1/2026) rupiah ditutup menguat 0,24% di level Rp16.770/US$.


Purbaya menjelaskan, nilai tukar rupiah seharusnya masih bisa lebih kuat dari level saat ini, terutama karena memang kurs dolar AS tengah mengalami pelemahan, sehingga akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara lain.

"Kalau saya lihat sih dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh. Kalau act concervative effort itu berpengaruh ke nilai tukar dolar, ke mata uang lain dalam jangka waktu cukup panjang, jadi kalau kita pintar-pintar dikit harusnya rupiah menguat lebih jauh dari level sekarang," tegasnya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Purbaya menilai, level kurs yang ideal saat ini sesuai dengan perhitungan pemerintah dalam asumsi makro APBN 2026, yakni di kisaran Rp 16.500/US$. Apalagi, pemerintah kata dia akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat pada tahun ini di kisaran 6%, sehingga bisa memberi daya tarik investor untuk terus memasok likuiditas dolar di dalam negeri melalui investasi.

"Saya akan dorong ke arah 6% dengan inflasi masih terkendali. Nah itu kan Rp 16.500. Kalau saya tanya orang itu rupiah yang berapa yang pas? Yaudah pakai yang ini aja Rp 16.500. Sebelumnya mungkin lebih rendah," tuturnya.

Selain itu Purbaya mengatakan, penguatan kurs rupiah juga akan terus menguat dipicu makin baiknya Bank Indonesia (BI) dalam mengendalikan stabilitas nilai tukar rupiah. Bukan hanya dipicu oleh sentimen pelaku pasar keuangan tentang masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.

"Bukan karena Pak Thomas aja, memang langkah bank sentral sudah lebih baik dari sebelumnya saya pikir, kan itu kita serahkan semuanya ke bank sentral untuk kendalikan nilai tukar, kita percaya mereka mampu dan dalam waktu sebentar aja sudah menguat kan," kata Purbaya.

Ia pun memastikan, sebagai otoritas fiskal, Kementerian Keuangan juga akan terus memastikan stabilitas kurs dengan mendesain kebijakan-kebijakan ekonomi yang memberi daya tarik kepada investor global, sehingga turut berkontribusi pada penguatan pasokan dolar. Salah satunya dengan memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melaju cepat.

"Kalau saya di keuangan hanya memastikan program-program ekonominya berjalan dengan baik, pondasinya terus kuat ke depan, investor melihat itu dan mereka masuk ke sini sehingga rupiah akan ikut menguat dengan signifikan, saya pikir arahnya ke sana karena perbaikan ekonomi kita bukan cuma desain yang ketat, kita betul perbaiki," kata Purbaya.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Masih Lanjut Melemah, BI Rate Ditahan Lagi?