CLOSE AD
MARKET DATA

Bursa Asia Dibuka Beragam, Kospi Ambruk Gegara Trump

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
27 January 2026 08:24
FILE PHOTO: Employees of a foreign exchange trading company work near monitors broadcasting TV news reporting from the summit between the U.S. and North Korea (R) and the Japanese yen's exchange rate against the U.S. dollar and Nikkei share average in Tokyo, Japan, June 12, 2018. REUTERS/Issei Kato - RC14354BA4C0REUTERS/      /File Photo
Foto: REUTERS/ /File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Asia Pasifik dibuka beragam, dengan pasar saham di Korea Selatan koreksi karena saham-saham otomotif, Selasa (27/1/2026). Pelemahan itu terjadi sesudah Presiden AS Donald Trump menyerang negara tersebut semalam, dengan mengatakan bahwa ia akan menaikkan tarif pada ekonomi terbesar keempat di Asia itu.

Mengutip CNBC, Trump mengatakan di Truth Social bahwa badan legislatif negara tersebut belum menyetujui kesepakatan perdagangan Seoul dengan Washington, dan bahwa tarif pada Korea Selatan akan naik menjadi 25%, dari 15%.

Saham-saham otomotif besar Hyundai dan Kia masing-masing anjlok hingga 4% dan 5%. Ancaman tersebut merusak sentimen di indeks Kospi Korea Selatan, yang turun 0,36%, setelah mencatat kenaikan selama 15 hari dari 17 sesi sejak awal tahun. Retorika Trump tampaknya tidak memengaruhi indeks Kosdaq yang berkapitalisasi kecil, yang naik 1,41%.

Di tempat lain, indeks S&P/ASX 200 Australia memulai hari dengan kenaikan 1,22%, mencapai level tertinggi dalam hampir 3 bulan, setelah libur pada hari Senin.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,24%, sementara Topix kehilangan 0,31% pada pembukaannya.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.883, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 26.765,52.

Semalam di AS, indeks S&P 500 naik 0,50%, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,64%. Sementara Nasdaq Composite naik 0,43%, didukung oleh kenaikan sekitar 3%, 2%, dan 1% pada saham Apple, Meta Platforms, dan Microsoft, menjelang laporan pendapatan mereka di akhir pekan.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Asia Dibuka Beragam, Pelaku Pasar Tunggu Arah Kebijakan The Fed


Most Popular
Features