Saham Emas RI Gacor Usai Harga Patokan Global Cetak Rekor

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Senin, 26/01/2026 12:25 WIB
Foto: Dok Archi Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas di pasar spot berhasil menembus level psikologis US$5.000 per troy ons, sementara harga perak juga melesat hingga menembus US$100 per troy ons. Seiring lonjakan harga komoditas tersebut, saham-saham emiten emas ikut mencatatkan penguatan signifikan.

Berdasarkan data perdagangan saham emiten tambang emas, hampir seluruh saham di sektor ini bergerak di zona hijau dengan kenaikan bervariasi. Bahkan ada yang persentase lonjakannya mencapai dobel digit.


Hingga akhir perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (26/1/2026), saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat naik 7,64% ke level 7.750. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak agresif dengan penguatan 12,82% ke posisi 4.740.

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga menguat 4,91% ke level 2.030, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 5,20% ke posisi 1.315. Adapun saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat lonjakan paling tajam sebesar 17,41% ke level 6.925.

Penguatan turut terjadi pada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 6,44% ke posisi 2.480. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 2,42% ke level 3.380.

Selain itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tercatat naik 4,03% ke harga 645. Sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai pemain alat berat dan tambang turut menguat 1,28% ke posisi 27.625.

Untuk diketahui, pada perdagangan hari ini Senin (26/1/2026) hingga pukul 06.26 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,80% ke posisi US$5.026,93 per troy ons. Kenaikan ini membawa emas ke level baru yang belum pernah tercatat sebelumnya, yakni menembus level psikologis US$5.000 per troy ons.

Level US$5.000 ini menjadi pencapaian ekstrem bagi emas yang setahun lalu masih berada di kisaran US$2.700 per troy ons. Dalam waktu kurang dari setahun, emas melesat melewati level psikologis US$2.800, US$2.900, US$3.000, hingga US$4.000.

Sebelumnya pada perdagangan Jumat (23/1/2026), harga emas dunia juga telah naik 0,94% ke level US$4.982,57 per troy ons. Pada perdagangan intraday, emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$4.989,61 per troy ons, hanya terpaut tipis dari target US$5.000.

Harga emas kembali mencetak rekor dan mendekati level US$5.000 per troy ons setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan AS telah mengerahkan kapal ke arah Iran. Pernyataan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

 


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Emas Pecah Rekor Lagi, Investasi Aset Emas Jadi Rebutan