Calon Deputi Gubernur BI Bagikan Strategi Pertahankan Independensi

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 23/01/2026 14:10 WIB
Foto: Komisi XI RDPU dengan calon deputi Gubernur Bank Indonesia. (Tangkapan layar youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menegaskan konteks independensi bank sentral harus dimaknai secara utuh.

Menurutnya, saat ini, bank sentral dalam suasana interdependensi. Artinya, dia menilai Bank Indonesia (BI) saat ini harus mampu bekerja sama dengan berbagai pihak.


"Jadi kita gak mungkin di dalam suasana atau kompleksitas permasalahan yang kita hadapi ini kita bekerja sendiri," kata Solikin setelah fit and proper test dengan Komisi XI DPR RI, Jumat (23/1/2026).

BI, kata Solikin, terus berkoordinasi menguatkan sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Atas pilihan ini, dia mengungkapkan independensi BI secara fungsi tetap berjalan tanpa ada isu.

"Kita tetap mengawal independensi itu sesuai dengan mandat undang-undang," tegasnya.

Adapun, independensi bank sentral adalah kebebasan atau otonomi bank sentral untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter tanpa campur tangan atau tekanan politik dari pemerintah atau pihak lain.

BI mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: DPR RI Mulai Gelar Fit & Proper Test Calon Deputi Gubernur BI