MARKET DATA

BI Tahan Lagi Suku Bunga BI Rate 4,75% di Awal 2026, Ini Alasannya!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
21 January 2026 14:50
Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2026 dengan Cakupan Triwulanan. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2026 dengan Cakupan Triwulanan. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan gubernur Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada Januari 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kebijakan ini diarahkan untuk kebutuhan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari ketidakpastian global, serta tekanan inflasi pada 2026-2027.

"Sebagai bentuk upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak ketidakpastian global dan inflasi 2026-2027," tegas Perry seusai rapat dewan gubernur BI, Rabu (21/1/2026).

Dengan catatan ini, dewan gubernur BI setidaknya sudah empat kali menahan suku bunga acuannya di level 4,75%. Berurutan sejak September 2025.

Adapun untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi, Perry menegaskan, BI akan tetap mendukung dengan mendorong percepatan transmisi suku bunga acuan yang sudah termasuk di level rendah ini.

Namun, ia memastikan, ruang untuk penurunan suku bunga acuan lebih lanjut ke depannya masih terbuka.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Soal BI Rate Dipangkas Jadi 5%, Bos BI: Level Terendah Sejak 2022


Most Popular
Features