MARKET DATA

BI Ungkap Suku Bunga Acuan Masih Bisa Turun Lagi

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
10 February 2026 11:56
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) membuka ruang penurunan suku bunga acuan, BI Rate, ke depannya. Hal ini ditegaskan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Namun, ruang penurunan ini tetap bergantung pada data-data indikator perekonomian dan keuangan Tanah Air, terutama nilai tukar dan inflasi.

"Sekarang BI punya ruang gak turunkan suku bunga? Ada," tegas Destry.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan BI saat ini sebelum menurunkan suku bunga. Ini terkait dengan mandat BI yang tercantum dalam Undang-Undang P2SK.

Termasuk, mandat baru yakni pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, selain stabilitas rupiah dan inflasi. Dari tugas ini, Destry menjelaskan tidak semua harus dibebankan ke suku bunga. Oleh karena itu, kebijakan terkait dengan velocity of money atau perputaran uang sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Artinya perputaran uang berlangsung cepat dan ekonomi tumbuh," kata Destry.

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Rate Tetap 4,75% di Oktober 2025, Bos BI Pertimbangkan Data Ini


Most Popular
Features