MARKET DATA

Pakuwon Jati (PWON) Buka Suara Usai Sahamnya Dibicarakan Anak Purbaya

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
14 January 2026 17:11
Warga melintasi tangga pada lorong Mal Blok M yang kini berganti nama jadi Blok M Hub di Jakarta, Senin (2/6/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Warga melintasi tangga pada lorong Mal Blok M yang kini berganti nama jadi Blok M Hub di Jakarta, Senin (2/6/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) buka suara mengenai volatilitas transaksi efek. Emiten pengembang properti itu memberikan penjelasan lewat keterbukaan informasi, atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Diketahui harga saham PWON meningkat usai komentar yang dilontarkan anak Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Achilles Sadewa di grup investasi Telegram. Tercatat, saham itu melesat 8,14% dalam sepekan terakhir.

Direktur PWON, Minarto menyatakan pihaknya tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal. Selain itu, ia menegaskan bahwa tidak ada informasi, fakta, dan kejadian penting lainnya yang dapat memengaruhi harga PWON.

"Sampai dengan saat ini tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik," ujar Minarto dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (14/1/2026).

Kemudian, PWON tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu.

Minarto kemudian menyampaikan bahwa pihaknya belum memiliki rencana yang dapat berakibat pada pergerakan saham perusahaan. Begitu pula dengan rencana pemegang saham. utama PWON terhadap kepemilikannya.

"Berdasarkan konfirmasi yang telah dilakukan oleh Corporate Secretary kepada pemegang saham utama, sampai dengan saat ini pemegang saham utama tidak memiliki rencana apapun terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan," terang Minarto.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ada yang Naik Ratusan Persen, BEI Pelototi 3 Saham Ini


Most Popular
Features