CNBC Indonesia Exclusive

Video: Gaet Lebih Banyak Nasabah, Asuransi Andalkan 3 Jenis Penjualan

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Senin, 12/01/2026 15:39 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak ekonomi dan geopolitik global yang menyebabkan berlanjutnya ketidakpastian disebut Direktur, Chief Bancassurance Officer FWD Insurance, Irene Dewi turut mempengaruhi perkembangan industri asuransi Tanah Air sepanjang tahun 2025.

Irene Dewi mengatakan volatilitas harga komoditas hingga pergerakan nilai tukar menjadi sentimen yang berdampak ke ekonomi termasuk asuransi. Di sisi lain, stimulus fiskal pemerintah hingga tren penurunan suku bunga menjadi katalis positif bagi bisnis asuransi.

Khusus asuransi jiwa, pertumbuhan bisnis sepanjang 2025 mengalami kontraksi 2,0% yoy namun memiliki prospek positif di 2026 seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap peran dan kebutuhan perlindungan asuransi.

Dalam 3 tahun terakhir segmen produk asuransi tradisional cukup meningkat hingga menguasai sekitar 63% portofolio asuransi dan sisianya dari produk Unit Link. Dalam upaya mendorong perluasan pemasaran produk asuransi, FWD mengandalkan 3 kanal pemasaran yakni agensi, bancassurance dan digital yang dapat dipilih nasabah untuk memenuhi kebutuhan proteksi.

Seperti apa catatan industri asuransi sepanjang 2025? bagaimana prospek dan strategi bisnisnya di 2026? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur, Chief Bancassurance Officer FWD Insurance, Irene Dewi dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 12/01/2026)