Kejar Kontribusi Segmen B2B Capai 30%, Begini Strategi Telkom

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Sabtu, 29/11/2025 20:50 WIB
Foto: GraPari Telkom Group. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengincar kenaikan kontribusi pendapatan yang pesat dari lini usaha business-to-business (B2B). Pasalnya, pasar digital dan layanan teknologi informasi (ICT) global semakin prospektif dan perusahaan telekomunikasi raksasa internasional mencatat kontribusi segmen B2B lebih 30%.

Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Veranita Yosephine menjelaskan kontribusi lini korporasi baru sekitar 10%, padahal rata-rata komposisi enterprise bisa di atas 35%. Salah satu faktor pendorong segmen B2B adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) ke pelanggan korporasi dan pemerintahan.

"Adapun di Indonesia, bisnis solusi Artificial Intelligence (AI) diperkirakan tumbuh mencapai 30% setiap tahun. Oleh karena itu, ada tiga industri yang paling berpotensi menggunakan solusi AI untuk dibidik yakni manufaktur, perbankan, dan retail," jelas Veranita beberapa waktu lalu.


Telkom menghadirkan integrated digital ecosystem yang berpotensi untuk menggenjot segmen B2B, antara lain melalui layanan Connectivity+, Internet of Things (IoT), Cybersecurity, dan AI. Veranita mengatakan dengan dukungan mitra global Telkom, pelanggan mendapat akses nasional melalui jaringan fiber, wireless, dan satelit, serta kemampuan kontrol penuh kinerja jaringan secara real-time.

Apalagi, Connectivity+ dari Telkom diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang memicu pertumbuhan pelaku usaha B2B dengan dukungan konektivitas komprehensif yang relevan dengan kebutuhan bisnis. Beberapa produk, seperti SDWAN, Astinet, HSI, Metro-E, IP Transit, hingga VPN IP yang terintegrasi dengan keamanan jaringan dalam satu layanan (Secure Access Service Edge/SASE) dapat menjadi solusi bisnis untuk akses jaringan yang lebih cerdas, cepat, dan fleksibel di seluruh Indonesia.

Pada layanan IoT, Telkom menghadirkan solusi digital untuk menciptakan peluang bagi pebisnis dengan memudahkan integrated device management yang dikelola melalui port terpusat untuk kemudahan kendali lintas lokasi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Telkom untuk memperkuat posisi sebagai mitra utama dalam akselerasi digitalisasi di segmen pemerintahan dan korporasi, ekosistem untuk korporasi besar. Telkom juga melakukan perluasan layanan IndiBiz untuk menjangkau pasar UMKM melalui jaringan Telkom Regional di seluruh Indonesia. Dengan fondasi infrastruktur digital yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan, Telkom berkomitmen menghadirkan solusi digital terbaik bagi pelanggan B2B di berbagai sektor industri.

Veranita menegaskan Telkom juga fokus pada keamanan dan proteksi data pelanggan melalui Cyber Security yang memberikan perlindungan menyeluruh, melalui kerja sama dengan mitra global untuk pencegahan proaktif, perlindungan end-to-end, dan respon cepat 24/7.

Dia mengharapkan inovasi berkelanjutan yang dibarengi dengan penyempurnaan proses bisnis dapat memperkuat sinergi di semua entitas TelkomGroup untuk mencapai target kontribusi.

"Dengan ekosistem digital yang komprehensif, Telkom tidak hanya menjadi digital transformation enabler bagi enterprise dan pebisnis di Indonesia, tapi juga punya peran strategis untuk mendorong tumbuh kembang ekonomi nasional hingga ke pelosok, melalui engagement dengan business partners dan fokus menghadirkan tailored solutions, salah satunya automation pekerjaan yang masih manual," jelas Veranita.

Sementara itu, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengungkapkan pasar solusi AI untuk korporasi di Indonesia masih terbuka lebar. Solusi AI yang ditawarkan bagi korporasi pun akan dibangun unik berdasarkan kebutuhan masing-masing.

"Solusinya berbasis pain point. Setelah pelanggan berdiskusi menceritakan permasalahannya, akan ada solusi produk yang unik. Harus dibundling satu kesatuan," katanya.

Telkom juga menghadirkan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk monitoring perangkat secara real-time, analisis sentimen publik dan kampanye digital, pengolahan visual big data, hingga peninjauan dokumen cepat dan aman. AI ini juga dioptimalkan untuk personalisasi komunikasi dan pendidikan digital melalui platform seperti Netmonk, OCA, dan Pijar Sekolah.

"Everybody now talking about AI, kalau kita enggak jualan pakai AI enggak laku sekarang. Apa saja jualan mesti ditambahkan AI supaya laku ya," jelasnya.

Sebagai informasi, Telkom belum lama ini meluncurkan Telkom AI Center of Excellence di Bali, solusi AI ini dikemas dalam merek "AI Bigbox" yang menyasar semua sektor pelanggan. Dalam pengembangannya, Telkom tidak berjalan sendiri. Perusahaan membangun empat pilar kemitraan, yakni dengan kampus (universitas), mitra global, mitra domestik, serta penyedia solusi. Telkom juga menghadirkan AI Playground dengan penyediaan GPU dan infrastruktur komputasi, yang dapat dimanfaatkan pelanggan maupun mitra untuk eksperimen dan menjalankan solusi AI mereka.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kulik Cuan Kontraktor Tambang di Hilirisasi Batu Bara - Nikel