IHSG-Rupiah Tertekan di Tengah Demo, Pemerintah Buka Suara

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
29 August 2025 14:10
Kericuhan demo mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) merembet ke kawasan Senayan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Kericuhan demo mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) merembet ke kawasan Senayan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs rupiah tengah tertekan bersamaan dengan merahnya indeks harga saham gabungan (IHSG), di tengah situasi demonstrasi atau unjuk rasa di Tanah Air. Pemerintah menilai, kondisi tekanan di pasar keuangan itu bersifat sementara.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, tekanan yang terjadi di pasar keuangan sepanjang hari ini lebih dipicu faktor sentimen pelaku pasar. Karenanya, upaya menjaga stabilitas ekonomi, sosial, menjadi sangat penting saat ini.

"Kalau melihat perkembangan hari ini, memang terjadi pelemahan IHSG maupun Rupiah kita. Saya kira ini respon yang wajar, karena faktor stabilitas menjadi penting untuk para Investor," kata Susiwijono, Jumat (29/8/2025).

Meski begitu, ia mengharapkan, sentimen pelaku pasar keuangan akan segera stabil setelah Presiden Prabowo Subianto sudah menyampaikan pernyataan resmi, yang meminta agar masyarakat tetap tenang, dan mempercayakan penuh kepada Pemerintah yang akan berbuat yang terbaik untuk menjaga semuanya.

"Kita berharap, ini akan berdampak positif dan perkembangan situasi di lapangan bisa terkendali dan kondusif, sehingga tidak berdampak lebih lanjut ke ekonomi kita," ujarnya.

Meski begitu, ia meyakini pasar keuangan Indonesia sudah sangat baik dalam mengantisipasi berbagai risiko. "Jadi kalau respons tadi, masalah kurs, sama IHSG, saya kira market kan sudah punya mekanisme sendiri untuk merespons itu," paparnya.

Sebagaimana diketahui, memanasnya situasi demo tanah air saat ini langsung di respon negatif oleh pelaku pasar terhadap pasar keuangan Indonesia, tak terkecuali nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), berdasarkan catatan tim riset CNBC Indonesia.

Melansir dari Refinitiv, hingga siang hari ini Jumat (29/8/2025), rupiah terdepresiasi sebesar 0,67% di posisi Rp16.450/US$, sekaligus mencatatkan pelemahan harian terbesar sejak 9 April 2025 yang pada saat itu pasar tengah dihebohkan oleh pengumuman tarif dagang Presiden AS Donald Trump.

Sementara itu, IHSG anjlok di tengah ancaman aksi demo besar-besaran. Pada pukul 10:10 WIB, tercatat IHSG sempat melemah 2,04% ke level 7.790.

Situasi politik Tanah Air panas sejak sejak demo pada Senin (25/8/2025) hingga dilanjut pada kemarin Kamis (28/8/2025) dan berujung pada insiden tertabraknya pengemudi ojek online oleh kendaraan taktis Brimob tadi malam di Pejompongan, Jakarta Selatan. Kondisi ini membuat kondisi semakin panas.


(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article NIlai Tukar Rupiah Makin Turun, Dolar AS Hampir ke Rp16.500

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular