Breaking! Rupiah Makin Anjlok ke Rp 16.455/ US$

Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
29 August 2025 10:20
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta,CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah anjlok 0,86% pada perdagangan intraday hari ini, Jumat (29/8/2025).

Melansir dari Refinitiv, rupiah terdepresiasi 0,86% hingga menyentuh level Rp16.455/US$ di tengah meningkatnya sentimen negatif pelaku pasar terhadap kestabilan dalam negeri. 

Pelemahan rupiah terjadi seiring meningkatnya tensi politik dan sosial di Tanah Air. Hari ini, aksi demonstrasi kembali digelar di Jakarta oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Titik utama aksi dipusatkan di Polda Metro Jaya dan juga menyasar kantor Polda di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam unggahan di akun media sosial resminya, BEM SI menegaskan aksi ini merupakan bentuk protes atas tindakan represif aparat dalam menghadapi demonstrasi sehari sebelumnya, Kamis (28/8/2025).

"Hari ini kita turun ke jalan bukan hanya menolak kebijakan yang merugikan rakyat, tapi juga menolak wajah anarko aparat," tulis BEM SI.

Sebagaimana diketahui, demo pada Kamis (28/8/2025) sampai memakan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, tewas setelah terlindas mobil rantis Brimob di kawasan Pejompongan.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memastikan bahwa Affan adalah mitra driver Gojek. Perusahaan menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tersebut.

"Dapat kami sampaikan bahwa Affan Kurniawan merupakan Mitra Driver Gojek. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam serta simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan, juga kepada rekan-rekan Mitra Driver lainnya yang turut merasakan kehilangan ini," kata Direktur Public Affair & Communications GoTo dalam siaran pers, Jumat (29/8/2025).

Insiden yang memicu gelombang demonstrasi baru ini menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas sosial-politik di Indonesia. Kondisi tersebut berimbas pada arus modal keluar (capital outflow) sehingga menekan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.


(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Efek Kebijakan Trump, Segini Harga Dolar AS Money Changer

Tags

Related Articles
Recommendation
Most Popular