Siap-Siap Cuan BUMN di 2023 Takkan Seindah Tahun Ini

Market - Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
05 December 2022 18:40
Pahala Mansury (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Pahala Mansury (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan peningkatan laba BUMN pada 2023 diperkirakan tidak seperti lonjakan pada 2022 ini.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan kemungkinan laba BUMN di 2023 tidak akan setinggi yang telah dicapai pada tahun ini. Terlebih, lanjutnya, lonjakan harga komoditas, khususnya komoditas energi, pada tahun depan diperkirakan tak sebesar yang dicapai pada tahun ini.

Pahala pun menyebutkan Kementerian BUMN pun akan fokus pada stabilisasi dari apa yang telah dicapai pada tahun ini.

"Di tahun 2023 ini mungkin peningkatan dari sisi laba nggak seperti yang kita lihat di tahun 2022. Artinya, buat kita mungkin lebih fokus kepada penstabilisasi daripada pencapaian kinerja di tahun 2022 lalu," ungkapnya dalam program acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (5/12/2022).

Pahala menyebut, proyeksi ini juga sejalan dengan apa yang diprediksikan oleh China dan Amerika Serikat. Kedua negara tersebut menyebutkan bahwa kinerja pertumbuhan tidak akan seindah di tahun 2022.

"Melihat bahwa kemungkinan kalau harga masih akan meningkat seperti yang kita lihat di 2022 mungkin susah ya. Karena beberapa negara seperti Amerika dan China sendiri juga memproyeksikan bahwa kinerja pertumbuhan mereka nggak seperti yang kita lihat di 2022 di awal tahun terutama," ungkapnya.

Namun demikian, Pahala menyebutkan laba BUMN akan terus tumbuh positif, tetapi tidak dalam kondisi yang double digit seperti yang ada pada 2022.

"Optimis tumbuh positif, cuma tidak dalam kondisi yang double digit. Sepertinya di tahun 2023 single digit atau low single digit," pungkasnya.

Pahala mencontohkan, kinerja BUMN pada sektor energi di tahun 2022 terpantau meningkat signifikan.

Hal ini terjadi pada salah satu perusahaan BUMN PT PLN (Persero) yang mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan periode yang sama pada bulan lalu hingga 21%.

"Beberapa BUMN atau anak usaha BUMN yang bergerak di bidang energi kita lihat di tahun 2022 kinerjanya dibandingkan 2021, lalu tentu dari sisi pendapatan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kita lihat PLN mengalami peningkatan pendapatan dibanding periode yang sama bulan Oktober mencapai 21%," tuturnya.

Secara terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir saat Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI mengungkapkan, laba BUMN hingga kuartal III 2022 tercatat telah mencapai Rp 155 triliun.

"Jadi untuk 2021 kemarin kurang lebih Rp 124,7 triliun. Lalu kalau kita lihat mudah-mudahan di kuartal III-2022 laba konsolidasi meningkat menjadi Rp 155 triliun," katanya saat Raker dengan Komisi VI DPR, Senin (05/12/2022).

"Jadi artinya sudah terjadi konsolidasi efisiensi dan fokus dari pada pembangunan ekosistem. Ini yang kita lihat," lanjutnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Direksi BUMN, Catat! Erick Ingin Laba BUMN Tahun Ini Rp 144 T


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading