MARKET DATA
Economic Outlook 2026

Danantara Targetkan Laba BUMN Tahun Ini Rp 360 T, 2027 Tembus Rp 400 T

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
10 February 2026 20:45
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengklarifikasi pemberitaan yang beredar bahwa BUMN tidak mengalami kerugian Rp50 triliun. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyebut, dari hasil pengelolaan perusahaan pelat merah tahun 2025 berhasil membukukan keuntungan Rp332 triliun.

Dony yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN ini menjabarkan, dari hasil keuntungan yang sebesar Rp Rp332 triliun tersebut, masih memiliki potensi kerugian sebesar Rp50 triliun. Angka kerugian tersebut terdiri dari Rp 20 triliun yang merupakan kerugian 52% dari 1.043 perusahaan, dan efisiensi sebesar Rp 30 triliun.

"Jadi kalau ini berhasil kita lakukan tanpa merubah bisnis modelnya aja, itu untung kita tahun depan itu setelah proses konsolidasi itu seharusnya menjadi Rp380 triliun," ujarnya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dony menuturkan, sementara target tahun ini, melalui PT Danantara Aset Manajemen (DAM) paling tidak keuntungan BUMN mencapai Rp 360 triliun. "Jadi, ini juga masyarakat harus tahu bahwa BUMN itu memberikan keuntungan yang cukup besar, yaitu Rp360 triliun tahun ini," ungkapnya.

Dony melanjutkan lebih jauh, BUMN sebagai perusahaan negara juga berkontribusi kepada negara berupa pajak. Sehingga, pihaknya melakukan konsolidasi dari 1.000 perusahaan menjadi hanya 30 perusahaan yang dibagi berdasarkan klaster. Bisnis dan pendapatannya pun dintinjau kembali.

"Kita review revenue streamnya, kita cek lagi revenue compositionnya, cost structurenya, EBITDA marginnya, dan lain-lain. Kita harapkan nanti tahun depan, tahun ini 2026 menjadi Rp360 triliun target laba kita," jelasnya.

Sementara, untuk tahun 2027 mendatang, BUMN menargetkan laba sebesar Rp 400 triliun.

"Jadi, ini merupakan salah satu perusahaan yang sangat besar di dunia. Jadi dengan laba kurang lebih kita targetkan, saya secara personal itu menetapkan target paling tidak 2027 itu kita masuk ke angka hampir Rp400 triliun laba," pungkasnya.

(rob/wur)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Soal Rencana Merger Garuda Dan Pelita, Erick Thohir Bilang Begini


Most Popular
Features