Rejeki Enggak Kemana, Harga Batu Bara Terbang 16%!

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
29 November 2022 07:25
Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022 guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas tersebut untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN dan independent power producer (IPP) dalam negeri. Kurangnya pasokan batubara dalam negeri ini akan berdampak kepada lebih dari 10 juta pelanggan PLN, mulai dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Pekerja melakukan bongkar muat batubara di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (6/1/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih betah dalam jalur pendakian. Pada perdagangan Senin (28/11/2022), harga batu bara kontrak Januari di pasar ICE Newcastle tercatat US$ 368,5 per ton. Harga batu bara menguat 2,13%.

Dengan kenaikan tersebut maka harga pasir hitam sudah menguat dalam delapan hari perdagangan beruntun. Selama delapan hari tersebut, harga batu bara sudah terbang 16,6%. Kenaikan tersebut tentunya menjadi rejeki bagi Indonesia yang mengandalkan batu bara sebagai ekspor utama. 

Dalam sepekan, harga batu bara melonjak 5,5% secara point to point. Harga pasir masih melemah 1,5% sebulan tetapi masih melesat 136,2% setahun.


Penguatan batu bara ditopang oleh kenaikan permintaan menjelang musim dingin.  Dilansir dari S&P Global, pelaku pasar memperkirakan permintaan akan meningkat karena musim dingin akan mencapai puncak dalam beberapa pekan ke depan. Sebaliknya, ada gangguan pasokan di Indonesia dan Australia karena persoalan cuaca.

Kenaikan permintaan batu bara bahkan sudah dilaporkan Inggris dan Jerman.  Dilansir dari The Times, Inggris mengimpor batu bara sebanyak 560.000 ton pada Oktober 2022, Jumlah tersebut naik 93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, total impor batu bara Inggris menembus 5,5 juta pada Januari-Oktober 2022. Jumlah tersebut sudah melewati total impor seluruh tahun 2021 yakni 4,6 juta ton.

Pemesanan batu bara meningkat karena Eropa akan menghadapi suhu yang lebih dingin ke depan.  Dilansir dari Bloomberg, Maxar Technologies Inc memperkirakan suhu udara di Eropa akan lebih dingin dari pada prakiraan sebelumnya menjelang Desember.

Suhu yang dingin dikhawatirkan akan meningkatkan penggunaan listrik sehingga pasokan energi akan terkuras. Maxar memperkirakan suhu di sebagian besar Eropa akan lebih dingin pada dua pekan ke depan.

Suhu di Berlin diprakirakan mencapai minus (-)3,5 derajat Celcius pada 3 Desember mendatang. Suhu di kota-kota utama Eropa seperti Amsterdam, Helsinki, dan Stockholm juga akan jauh lebih dingin dibandingkan normalnya.

Pada musim gugur tahun ini, suhu di Eropa lebih hangat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga membuat kawasan tersebut bisa menekan penggunaan gas.
Storage gas di Eropa kini rata-rata berada di kisaran 95%. Pasokan tersebut diperkirakan akan terkuras cepat pada 10 hari ke depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kacau, Harga Batu Bara Ambles 4% Lebih!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading