Bye-Bye Dolar! Harga Emas Makin Bersinar

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
25 November 2022 08:25
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia -Emas terus bersinar sejalan dengan sinyal pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Rencana sanksi baru dari Uni Eropa juga semakin membuat emas bersinar.

Pada perdagangan Jumat (25/11/2022) pukul 06:42 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.756,02 per troy ons. Harga emas menguat tipis 0,06%.

Penguatan hari ini semakin memantapkan kinerja positif sang logam mulia yang sudah menguat sejak Selasa pekan lalu atau empat perdagangan terakhir. Pada perdagangan Kamis (24/11/2022), harga emas juga menguat 0,32% ke posisi US$ 1.754,96 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas sudah menguat 0,36% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga melonjak 5,5% sementara dalam setahun masih melandai 1,8%.

Seperti diketahui, risalah dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) November mengisyaratkan bahwa The FEd melihat kemajuan dalam perjuangannya melawan inflasi tinggi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti lebih kecil hingga akhir tahun ini hingga 2023.

Sinyal pelonggaran kebijakan The Fed membuat dolar AS yang selama ini menjadi "musuh" emas terpuruk.

Indeks dolar kemarin ditutup melemah 0,09% pada posisi 105,86. Posisi tersebut adalah yang terendah sejak 12 Agustus 2022.
"Investor kini berekspektasi pada jalur pelonggaran kini semakin dekat. Ini menjadi katalis positif bagi pergerakan emas," tutur analis dari Kinesis Money, Carlo Alberto De Casa, dikutip dari Reuters.

Kenaikan emas juga ditopang kembali memanasnya perang Rusia-Ukraina. Emas merupakan aset aman yang dicari saat kondisi geopolitik memanas.

Seperti diketahui, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa (UE) tengah mempersiapkan paket sanksi kesembilan terhadap Rusia sebagai tanggapan atas serangan Moskow terhadap Ukraina. Namun, Von der Leyen tidak memberikan perincian lebih banyak mengenai isi paket sanksi tersebut

"Kami bekerja keras memukul Rusia secara menyakitkan untuk menumpulkan lebih jauh lagi kemampuannya mengobarkan perang di Ukraina dan saya mengumumkan hari ini kami bekerja dengan kecepatan penuh pada paket sanksi kesembilan," kata von der Leyen dalam konferensi pers selama kunjungan ke Finlandia, Kamis (24/11/2022).

Von der Leyen menegaskan jika Uni Eropa tidak akan berhenti memberi sanksi sampai Rusia kalah.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terima kasih AS & Sekutunya, Harga Emas Naik Hari Ini


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading