The Fed Mengendur, Harga Emas Siap-Siap Terbang!

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
24 November 2022 07:19
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sinyal pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menjadi tenaga baru bagi pergerakan emas ke depan. Sang logam mulia diperkirakan bisa terus menguat karena pelonggaran The Fed akan membuat emas semakin menarik.

Pada perdagangan Kamis (24/11/2022) pukul 06: 32 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.750,73 per troy ons. Harga emas menguat tipis 0,08%.

Dengan penguatan hari ini maka sang logam mulia sudah bergerak di zona hijau dalam tiga perdagangan terakhir. Pada perdagangan Rabu (23/11/2022), harga emas juga menguat 0,52% ke posisi US$ 1.749,28 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas masih melemah 0,58% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas masih meningkat 6,2% sementara dalam setahun masih melandai 2,1%.



Seperti diketahui, risalah dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) November mengisyaratkan bahwa The FEd melihat kemajuan dalam perjuangannya melawan inflasi tinggi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti lebih kecil hingga akhir tahun ini hingga 2023.

"Sebagian besar pejabat menilai bahwa perlambatan laju kenaikan kemungkinan akan segera terjadi," bunyi risalah tersebut.

The Fed beralasan dampak kebijakan moneter pada aktivitas ekonomi menjadi alasan mengapa perlu memperlambat kebijakan hawkish mereka.

Seperti diketahui, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan mereka sebesar 375 bps menjadi 3,75-4,0% pada tahun ini.

Analis High Ridge Future David Meger mengatakan sinyal perlambatan ini seperti menghapus awan kelabu bagi emas. Pasalnya, emas terus melemah karena kebijakan ketat hawkish The Fed.

"Pelaku pasar sangat memahami bahwa kenaikan suku bunga The Fed adalah faktor utama penggerak emas tahun ini. Saya bisa katakana jika awan gelap berupa kenaikan suku bunga agresif tidak akan lagi menghantui emas," tutur Meger, dikutip dari Reuters.

Namun, analis Heraeus Precious Metals, Tai Wong, mengingatkan sinyal pelonggaran hawkish The Fed belum berpengaruh signifikan ke emas. Pasalnya, pelaku pasar sudah beberapa kali membaca sinyal tersebut.

Tai Wong mengatakan risalah The Fed hanya menegaskan jika mereka kemungkinan besar hanya akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Desember seperti sudah diperkirakan pelaku pasar.

"Pelaku pasar tentu saja bisa bernafas lega karena Fed akan memperlambat kenaikan suku bunga. Ini memang bukan kejutan besar tetapi tetap melegakan," tuturnya.

Analis dari CMC Markets Michael Hewson mengatakan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed akan menopang pergerakan emas. Menurutnya, emas tinggal menunggu waktu untuk bisa menembus US$ 1.800 per troy on.

"Pasar berharap The Fed sudah akan melonggarkan kebijakan pada Desember. Ini akan menopang pemulihan harga emas," tutur Hewon, kepada Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Makin Tak Jelas!


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading