Top Gainers-Losers

BBSS Jadi yang Tercuan, PICO Masuk Top Losers

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
25 November 2022 08:03
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (24/11/2022), di tengah adanya kabar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup menguat 0,37% ke posisi 7.080,52. IHSG masih bertahan di level psikologis 7.000 hingga kemarin.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan kemarin mencapai sekitaran Rp 11 triliun dengan melibatkan 40 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,2 juta kali. Sebanyak 253 saham menguat, 270 saham melemah, dan 179 saham stagnan.

Investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 381,77 miliar di pasar reguler pada perdagangan kemarin.

Saat IHSG ditutup menguat, beberapa saham masuk ke jajaran top gainers. Berikut sepuluh saham yang menjadi top gainers pada perdagangan Kamis kemarin.

EmitenKode SahamHarga Saham SebelumnyaHarga Saham TerakhirPerubahan
Bumi Benowo Sukses SejahteraBBSS689133,82%
Bumi Citra PermaiBCIP607728,33%
Singaraja PutraSINI42453025,00%
Tanah LautINDX24230224,79%
Trisula InternationalTRIS21025019,05%
Trans Power MarineTPMA45052516,67%
Ulima NitraUNIQ586512,07%
Bank Aladin SyariahBANK1.3601.51511,40%
Bank Mestika DharmaBBMD2.0002.20010,00%
Autopedia Sukses LestariASLC1371509,49%

Sumber: BEI

Saham emiten properti yakni PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) memimpin deretan top gainers pada perdagangan kemarin. Saham BBSS ditutup meroket 33,82% ke posisi harga Rp 91/saham.

Nilai transaksi saham BBSS pada perdagangan Kamis kemarin mencapai Rp 17,77 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 219,8 juta lembar saham.

Jika melihat data perdagangan sejak 14 November hingga kemarin, saham BBSS mencatatkan penguatan sebanyak 4 kali, melemah juga sebanyak 4 kali, dan stagnan sekali.

Dalam sepekan terakhir, saham BBSS melonjak 44,44%. Sedangkan dalam sebulan terakhir, saham BBSS tercatat melesat hingga 37,88%.

Saham BBSS terpantau melesat sejalan dengan saham sektor properti yang juga bergairah pada perdagangan kemarin, setelah adanya kabar bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga acuannya.

Risalah dari pertemuan The Fed edisi November 2022 mengisyaratkan bahwa bank sentral Negeri Paman Sam tersebut melihat kemajuan dalam perjuangannya melawan inflasi tinggi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti kenaikannya bakal lebih kecil pada akhir tahun ini hingga 2023.

Di lain sisi dari segi kinerja keuangannya pada kuartal III-2022, perseroan masih membukukan rugi bersih. Bahkan rugi bersih BBSS justru bertambah.

Pada kuartal III-2022, BBSS mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,25 miliar. Angka ini naik dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 817 juta.

Penjualan BBSS juga menurun pada kuartal III-2022, yakni mencapai Rp 452 juta, dari sebelumnya sebesar Rp 6,77 miliar pada kuartal III-2021.

Di lain sisi, beban umum dan administrasi BBSS turun menjadi Rp 1,72 miliar pada kuartal III-2022, dari sebelumnya sebesar Rp 2,16 miliar pada kuartal III-2021.

Ini Saham Terboncos Kemarin
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading