Analisis Teknikal

Sulitnya IHSG Bertahan di Atas 7.100

Market - Putra, CNBC Indonesia
25 November 2022 07:36
Karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut  jumlah investor pasar modal telah meningkat 33,53% dari 7,48 juta di akhir tahun 2021 menjadi 10 juta pada 3 November 2022. Secara komposisi umur sebesar 60% didominasi oleh investor di bawah 30 tahun. Tidak berhenti di situ, investor juga didominasi oleh lulusan SMA ke bawah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut  jumlah investor pasar modal telah meningkat 33,53% dari 7,48 juta di akhir tahun 2021 menjadi 10 juta pada 3 November 2022. Secara komposisi umur sebesar 60% didominasi oleh investor di bawah 30 tahun. Tidak berhenti di situ, investor juga didominasi oleh lulusan SMA ke bawah. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peluang kenaikan suku bunga Fed yang lebih rendah membuat kinerja pasar saham domestik menguat kemarin, Kamis (24/11/2022).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,37% ke 7.080,52. IHSG konsisten bergerak di zona hijau sejak awal perdagangan dan sempat menyentuh posisi tertinggi intraday di 7.104,89.

Risalah rapat Fed menyiratkan bahwa tren kenaikan suku bunga acuan AS yang agresif akan mereda seiring dengan tekanan inflasi yang tampak menurun.

Investor asing pun kembali masuk ke pasar saham domestik. Asing tercatat net buy Rp 382 miliar di pasar reguler kemarin.

Kendati IHSG menguat, tetapi mayoritas saham mengalami pelemahan. Statistik perdagangan mencatat ada 270 saham yang mengalami koreksi, 253 saham menguat dan 179 saham stagnan.

Selain itu, meski sudah menguat, IHSG tetap bergerak sideways belakangan ini di rentang 7.000-7.100. Lantas apakah pola konsolidasi tersebut akan berlanjut hari ini?

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Putra
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB kemarin, indeks ditutup mendekati level psikologis 7.100 dan batas atas BB terdekat di 7.114.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI masih naik ke 53,7 seiring dengan adanya inflow dana asing yang membuat penguatan momentum beli.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 tampak masih berimpit dengan EMA 26.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, tampaknya IHSG masih akan cenderung sideways dalam waktu dekat di kisaran 7.000-7.100.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Balas Dendam, tapi Apa Kuat ke 7.000 Lagi?


(trp/trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading