Gokil, Bursa Kita Sekarang Juara ASEAN! Ini Buktinya

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
24 November 2022 10:30
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (23/11/2022). IHSG ditutup menguat 0,33 persen atau 23,53 poin ke 7.054,12 pada akhir perdagangan, sebanyak 249 saham menguat, 255 saham melemah, dan 199 saham stagnan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, industri pasar modal Tanah Air jadi juara di ASEAN.

Direktur Utama Iman Rachman mengatakan, per tanggal 22 November 2022, kapitalisasi pasar atau market capital Indonesia mencapai Rp 9.400 triliun atau setara dengan US$ 630 miliar. Hal itu merupakan prestasi di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global yang saat ini terjadi.

"Tak semua tumbuh positif, Indonesia merupakan pertumbuhan ketiga terbesar dunia. Turki dan Chile di atas kita. Kawasan ASEAN positif dibandingkan negara lain. ini tercermin market cap 22 November ini Rp 9.400 triliun atau US$ 630 miliar dolar. Secara market cap di ASEAN kita sudah nomor 1 dibanding negara lain," kata Iman dalam acara CEO Network, Kamis (24/11/2022).

Iman mengatakan, memasuki tahun ketiga pandemi covid-19 dan tantangan global yang terjadi hingga saat ini, industri pasar modal Indonesia terbukti tangguh dibandingkan dengan bursa negara-negara lain. Hal itu tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level 7.000.

"Sepanjang 2022 kebijakan regulator pemerintah dan koordinasi OJK, BI dan LPS telah berhasil menjaga sentimen pasar yang positif. IHSG 7.030 atau tumbuh 682% sejak awal tahun lalu," ungkapnya.

Iman menuturkan, dengan capaian tersebut menandakan bahwa bursa Indonesia mendapat kepercayaan dari para investor sebagai alternatif investasi di tengah situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan tantangan sejak pandemi covid-19 hadir, dimana perusahaan masih mencatat kerugian.

"2022 ini banyak tantangan, banyak emiten yang masih rugi tapi investor percaya Indonesia pilihan investasi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

2023, Bursa Efek Indonesia Konservatif! Tanda Krisis?


(rob/ayh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading