Risalah Fed Bikin Dolar AS Lesu! Rupiah Dkk Sukses Menguat

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
24 November 2022 11:28
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changers in Jakarta, Indonesia April 25, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar sukses melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga pada pertengahan perdagangan Kamis (24/11/2022). Indeks dolar AS terkoreksi membuka lajur penguatannya rupiah serta mayoritas mata uang di Asia.

Mengacu pada data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan rupiah terapresiasi 0,35% ke Rp 15.630/US$. Kemudian, rupiah memangkas penguatannya menjadi 0,29% ke Rp 15.640/US$ pada pukul 11:00 WIB.

Pada dini hari tadi, risalah pertemuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) telah dirilis dan menunjukkan bahwa pejabat Fed setuju untuk menurunkan besaran kenaikan suku bunga yang akan datang setelah mereka mengevaluasi dampak dari kebijakan moneter terhadap perekonomian.

Namun, para pejabat Fed masih melihat tanda-tanda yang sedikit jika inflasi mereda. Disisi lainnya, mereka melihat risiko terhadap sistem keuangan seandainya The Fed terus maju dengan kecepatan agresif yang sama.

"Sebagian besar peserta menilai bahwa perlambatan laju kenaikan mungkin akan segera terjadi," bunyi risalah tersebut dikutip CNBC International.

Beberapa pejabat Fed mengatakan bahwa mereka mengantisipasi kemungkinan pergerakan setengah poin pada Desember 2022.

Sebagai informasi, angka inflasi AS per Oktober 2022 berada di 7,7% secara tahunan, melandai dari bulan sebelumnya di 8,2%. Kendati begitu, angka inflasi masih dinilai tinggi karena jauh dari target Fed di 2%.

Sehingga, pasar memprediksikan bahwa Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember 2022, tapi dengan lebih kecil pada besaran kenaikannya.

Mengacu pada FedWatch, sebanyak 75,8% analis memprediksikan adanya kenaikan sekitar 50 bps dan akan mengirim tingkat suku bunga acuan Fed menjadi 4,25%-4,5%.

Adanya potensi The Fed untuk mengendurkan kenaikan suku bunga acuannya merupakan katalis positif terhadap laju pergerakan mata uang di dunia. Indeks dolar AS yang mengukur kinerja si greenback terhadap enam mata uang lainnya, terpantau melemah 0,35% ke posisi 105,7.

Melemahnya indeks dolar AS, sukses membuat mayoritas mata uang di Asia menguat. Ringgit Malaysia menjadi mata uang yang menguat paling tajam sebesar 1,14%. Kemudian di susul oleh dolar Taiwan dan dolar Singapura yang terapresiasi masing-masing sebesar 0,39% dan 0,38% terhadap si greenback.

Sementara, hanya rupee India yang terkoreksi sebesar 0,11% terhadap dolar AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rupiah Tertekan Hingga Tengah Hari, Mendekati Level Rp 15.000


(aaf/aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading