Hati-Hati Pakai Pinjol, Salah-salah KPR Ditolak

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
24 November 2022 09:05
Melesat 50,11%, BTN Bukukan Laba Rp 2,28 Triliun Foto: Melesat 50,11%, BTN Bukukan Laba Rp 2,28 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak masyarakat yang terjerat utang pinjaman online (Pinjol). Namun, ternyata hal itu dapat menjadi malapetaka hingga sulit mengajukan Kredir Pemilikan Rumah (KPR) di perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengungkapkan, sejumlah debitur yang mengajukan permohonan KPR tertolak karena terjerat utang pinjol.

"BI Checking makin kesini makin seru. Dulu ditolak karena kartu kredit, sekarang karena pinjol. Sekarang udah 30%, melalui pengaruh aplikasi (pinjol), BI Checkingnya gagal karena pinjol," kata Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Nixon menyebut, meskipun pinjaman debitor terhadap pinjol tidak besar namun sangat mempengaruhi penilaian dalam memberikan fasilitas pembiayaan rumah. "(Hutang) nggak besar, kadang-kadang dibawah Rp 5 juta, ada yang dibawah sejuta banyak sekali. Kadang-kadang riject karena pinjol," ucapnya.

Ia melanjutkan lebih jauh, kesulitan tersebut makin bertambah karena perusaahan pinjol bukan dari perbankan. "Jadi kita ngga bisa ngobrol dengan mereka," imbuhnya.

Sehingga, perseroan akan meminta tambahan persyaratan semacam top up dari limit rumah untuk melunasi pinjaman online yang dimiliki oleh debitur. "Tapi kadang pinjol nggak kooperatif, bunga dan dendanya dimasukin lagi. Ini yang suit sekali melakukan proses pelunasan," sebutnya.

BTN sendiri memberikan toleransi kepada calon debitur bagi yang memiliki kredit macet hingga 3 bulan atau 90 hari. "Masih nunggak 90 hari masih kita review sampai 3 bulan. Kalau udah macet dan macet pinjol biasanya agak ruwet, ini yang sering ditolak," tuturnya.

Harapannya, masyarakat semakin teredukasi terkait penggunaan kemudahan kredit online sehingga kedepannya rekam jejak di BI Checking tidak mengganggu proses akses pendanaan. "30% itu riject terbesar karena pinjol. Ini bisa kita sikapi bicara hati-hati supaya kedepannya riject BI Checking karena pinjaman jenis ini semakin berkurang," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

OJK Kaji Bunga Pinjol Kisaran 0,3% Hingga 0,46% per Hari


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading