RI Siapkan Bank Emas, Orang Kaya Tak Perlu Lagi ke Singapura

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
18 November 2022 21:40
(foto:visitsingapore.in) Foto: visitsingapore.in

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembentukan bullion bank atau bank emas banyak diapresiasi oleh sejumlah ekonom. Namun, untuk bisa merebut pangsa pasar dunia, bank emas di Indonesia nantinya juga disarankan untuk bisa masuk bursa pasar emas di London.

"Regulasi harus jelas, mungkin ada baiknya masuk ke dalam anggota LBMA (London Bullion Market) agar lebih mendapatkan kepercayaan user (nasabah)," ujar Analis DCFX Futures Lukman Leong kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (18/11/2022).

LBMA adalah asosiasi pedagang logam mulia, dimana tugas mereka adalah mensertifikasi mutu dan standar produksi pabrik emas/perak di seluruh dunia.

LBMA dianggap sebagai standar yang berkualitas baik, yang diakui secara internasional untuk emas dan perak. Batangan emas LBMA harus memiliki standar kemurnian minimal 995,0 atau 99,5%.



Adapun syarat untuk menjadi anggota LBMA kata Lukman minimal operasional bullion bank harus berjalan satu tahun terlebih dahulu.

Dengan masuknya bullion bank menjadi anggota LBMA nantinya, keuntungan untuk mendapatkan akses pasar lebih besar, dan akan mudah dipercaya oleh calon investor.

Lukman juga menjelaskan, dalam menjalankan operasional bank emas nantinya, Indonesia disarankan untuk bisa meniru skema bank emas di Singapura.

Mengingat saat ini, menurut catatan pemerintah, banyak investor yang justru memarkirkan emasnya di Singapura.

"Kalau untuk ditiru, hal seperti ini tujuannya untuk cutting cost, supaya tidak perlu diparkir di Singapura, sehingga bisa bersaing dalam hal biaya. Saya kira itu yang akan dilihat user (nasabah)," jelas Lukman.



Terpenting, kata Lukman dalam membentuk aturan bank emas ini akan sangat tergantung pada kepercayaan calon investor atau nasabah itu sendiri. Sehingga perlindungan konsumen menjadi penting.

Senada, Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra menjelaskan, salah satu aktivitas bullion bank adalah tempat penyimpanan emas digital, dengan memastikan kualitas dan kuantitas fisik yang disimpan oleh para pedagang fisik emas digital.

Ke depannya, kata Ariston industri perdagangan emas digital ini nantinya bisa menggunakan bank bullion baru tersebut untuk mendukung aktivitas transaksinya.

"Pemerintah pastinya akan membuat bank ini sangat layak sebagai tempat penyimpanan emas. Ada banyak bank bullion yang bisa dijadikan standar acuan seperti bank-bank bullion yang menjadi anggota LBMA," jelas Ariston.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masuk RUU PPSK, RI Bakal Segera Punya Bank Emas!


(cap/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading