Saham BSBK Naik Lebih Dari 34%, NANO Lanjut Jatuh...

Market - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
09 November 2022 12:14
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham pendatang baru PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mampu memimpin jajarantop gainers dua hari beruntun, sementara sahamPT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) masih saja memimpin jajarantop loserspada perdagangan sesi I siang ini, Rabu (9/11/2022).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau dengan apresiasi 0,18% atau 12,64 poin ke 7.062,77 pada penutupan perdagangan sesi I, di mana investor saat ini masih menanti rilis data penting dari Amerika Serikat (AS) dan China.

Nilai perdagangan tercatat turun ke Rp 6,36 triliun dengan melibatkan lebih dari 20 miliar saham yang berpindah tangan 916 kali.

Sementara, mayoritas saham siang ini terpantau masih mengalami penurunan. Statistik perdagangan mencatat ada 255 saham yang menurun dan 247 saham yang mengalami kenaikan, serta sisanya sebanyak 179 saham stagnan.

Di tengah menghijaunya IHSG siang ini, terdapat 5 saham yang tampil perkasa masuk jajarantop gainersdan 5 saham yang terkena aksi jual signifikan dan menjaditop losers

Berikut lima sahamtop gainerspada perdagangan sesi I siang ini, Rabu (9/11/2022).

1. PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), naik 34,81%, ke Rp 182/unit

2. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), naik +30%, ke Rp 195/unit

3. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), naik +16,86%, ke Rp 1.005/unit

4. PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE), naik +10%, ke Rp 286/unit

5. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), naik +8,18%, ke Rp 172/unit

Saham emiten properti pengelola Balikpapan Superblock, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) berhasil memimpin deretantop gainersdua hari beruntun pada perdagangan sesi I siang ini. Nilai transaksi saham mencapai Rp 159,59 miliar denganvolume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 981,09 juta unit saham.

Pada perdagangan perdana hari ini, harga saham BSBK bergerak di rentang Rp 130-182/unit. Hingga istirahat siang, nilai kapitalisasi pasar saham BSBK mencapai Rp 4,57 triliun.

Emiten baru ini melepas sebanyak 2.750.000.000 saham melalui penawaran umum perdana. Harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. Sehingga, dana yang diperoleh sebesar Rp 275 miliar.

PT Artha Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini.

Bersamaan dalam IPO, BSBK juga akan melaksanakan konversi utang kepada kreditur sebesar Rp 234,17 miliar dengan harga konversi yang sama dengan harga penawaran yaitu Rp 100 per saham. Sehingga kreditur akan mendapatkan saham baru sebanyak 2.341.713.397 saham.

Wulandari Bangun Laksana juga menerbitkan Waran Seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi kreditur dan calon investor yang membeli saham dalam penawaran umum perseroan ini. Setiap pemegang 100 saham baru berhak memperoleh 137 waran. Setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu selama 1 tahun sejak pencatatan. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 125 per lembar.

Dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, apabila dilaksanakan oleh pemegang saham, sebesar Rp 200 miliar akan digunakan untuk pembayaran utang pokok ke PT BPD Kalimatan Timur dan Kalimantan Utara dan sisa dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan.

Sebagai pengembang properti yang berbasis di Kalimantan Timur (Kaltim), perseroan tak mau ketinggalan dalam memanfaatkan momentum peluang bisnis apalagi seiring dengan berpindahnya Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim.

Selain beberapa saham menjadi top gainers, terdapat beberapa saham yang menjaditop losers, berikut 5sahamtop loserspada sesi I siang ini, Rabu (9/11/2022).

1. PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO), turun -8,89%, ke Rp 41/unit

2. PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK), turun -6,98%, ke Rp 1.000/unit

3. PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE), turun -6,84%, ke Rp 354/unit

4. PT Pan Brothers Tbk (PBRX), turun -6,37% ke Rp 147/unit

5. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), turun -6,25%, ke Rp 1.425/unit

Saham Nanotech Indonesia Global Tbkk (NANO) kembali menjadi emiten yang bercokol di daftartop loserspada perdagangan sesi I siang ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,37 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 632,45 juta unit saham.

Pada perdagangan intraday hari ini, harga saham NANO bergerak di rentang Rp 35-41/unit. Hingga istirahat siang, nilai kapitalisasi pasar saham NANO mencapai Rp 149,98 miliar.

Jika melihat data perdagangan sejak perdagangan 31 Oktober hingga Selasa (8/11/2022), saham NANO tercatat hanya sekali menghijau, dengan 5 kali merah, dan 1 kali stagnan. Dengan ini saham NANO telah mengalami penurunan 16,67% sepekan dan ambles 25,53% sebulan terakhir.

Belum diketahui secara signifikan terkait penurunan saham NANO. Namun jika melihat kinerja keuangannya, pada semester I-2022 NANO mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 3,1 miliar naik 78,9% dibandingkan dengan pendapatan neto pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 sebesar Rp 7,74 miliar.

Meskipun kondisi perekonomian nasional yang belum pulih total sebagai akibat Pandemi Covid-19, NANO juga tetap optimis bahwa kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan memberikan kontribusi positif bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

Untuk diketahui, NANO berdiri sejak tahun 2019 dan bergerak di bidang jasa layanan sains, teknologi riset dan pengembangan, serta rekayasa material dan nanoteknologi. Sejak tahun 2019, bisnis perseroan terus-menerus mengalami pertumbuhan di mana pada saat ini perseroan telah memiliki layanan riset dan pengembangan dan tiga layanan lainnya untuk tahap implementasinya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

WINR Tercuan Lagi, Giliran Saham Tambang Pimpin Top Losers!


(aum/aum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading