Ini Penyebab IHSG Mendadak Balik Arah Hingga Terkoreksi 0,44%

Market - aum, CNBC Indonesia
08 November 2022 11:54
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/10/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (8/11/2022), pelemahan terjadi di tengah banyaknya sentimen positif terutama pasca rilis data produk domestik bruto (PDB) RI kuartal III-2022 yang tumbuh positif.

Indeks acuan Tanah Air dibuka menghijau di posisi 7.102,43 dan ditutup di zona merah dengan koreksi 0,44% ke 7.071,32. Nilai perdagangan tercatat turun ke Rp 6,94 triliun dengan melibatkan lebih dari 23 miliar saham yang berpindah tangan 937 kali.

Jika melihat data perdagangan, sejak perdagangan dibuka IHSG sempat berada di zona hijau. Selang 1 menit setelah pembukaan, tiba-tiba indeks berbalik arah melemah 0,28% ke 7.082,78. Pukul 10:12 WIB IHSG terpantau masih terkoreksi 0,33% ke 7.078,94 dan konsisten berada di zona merah hingga penutupan perdagangan sesi I.

Level tertinggi berada di 7.111,44 sesaat setelah pembukaan perdagangan, sementara level terendah berada di 7.055,74 sekitar pukul 11:05 WIB. Mayoritas saham siang ini terpantau mengalami penurunan.

Statistik perdagangan mencatat ada 241 saham yang menurun dan 231 saham yang mengalami kenaikan, serta sisanya sebanyak 217 saham stagnan.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham yang paling besar nilai transaksinya siang ini, yakni mencapai Rp 285,9 miliar. Sedangkan saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menyusul di posisi kedua dengan nilai transaksi mencapai Rp 271,7 miliar dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) di posisi ketiga sebesar Rp 223,5 miliar.

Melemahnya IHSG siang ini terjadi ditengah sentimen positif yang menyelimuti bursa saham Tanah Air hari ini. Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan semalam yang terdorong karena adanya agenda pemilihan kongres paruh waktu.

Dow Jones Industrial Average diperdagangkan lebih tinggi sebesar 423,78 poin, atau 1,31%, menjadi 32.827,00. S&P 500 naik 0,96% menjadi 3.806,80. Nasdaq Composite naik 0,85% menjadi 10.564,52.
Pemilihan paruh waktu Selasa akan menentukan partai mana yang akan mengendalikan Kongres, dan mempengaruhi arah pengeluaran di masa depan. Demokrat saat ini mengendalikan DPR, dan memiliki mayoritas di Senat.

"Pasar berharap bahwa semacam 'sapuan' Partai Republik di Kongres akan mengarah pada semacam kebuntuan di Washington, yang mereka anggap baik, atau setidaknya tidak ada pengeluaran baru, yang akan baik untuk suku bunga dan pasokan Treasury," kata Brad Conger, wakil CIO di Hirtle Callaghan & Co.

Di sisi lain, investor mengantisipasi bahwa laporan indeks harga konsumen hari Kamis mendatang akan memberikan sinyal lebih lanjut tentang seberapa jauh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve/The Fed, menjaga agresivitas menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi.

Laporan inflasi yang semakin panas dapat memberi sinyal kepada investor bahwa poros dari periode suku bunga yang lebih tinggi yang berkepanjangan mungkin tidak akan segera terjadi.

Kendati demikian, menguatnya Wall Street tentunya menjadi angin segar bagi pergerakan IHSG hari ini. Di tambah lagi, Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan menjadi penopang IHSG pada hari ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2022 mencapai 5,72% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 secara q to q 1,81%. Bila dibandingkan secara year on year 5,72%," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (7/11/2022).

Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2022 atas dasar harga berlaku Rp 5.901,2 triliun Rp dan atas dasar harga konstan Rp 2.976,8 triliun.
Selain itu, IHSG masih akan ditopang oleh jadwal pembagian dividen beberapa emiten. Seperti SMSM yang akan membagikan dividen sebesar Rp 25 per saham dengan cum date pada 9 November 2022. Seperti ITMG yang akan membagikan dividen jumbo yakni Rp 4.128 per saham dengan cum date pada 10/11/2022.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Menguat di Sesi 1, IHSG Hari Ini Ditutup Melemah


(aum/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading