Demi Modal Inti, Bank Ini Siap Sinergi Dengan Bank BJB

Market - Ro, CNBC Indonesia
07 November 2022 14:28
bank bjb Foto: dok bank bjb

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank tengah berkejaran memenuhi modal inti Rp 3 triliun. Namun, tenggat waktu pemenuhan modal inti antara bank pembangunan daerah (BPD) dan konvensional berbeda.

Jika tenggat waktu bank konvensional paling lambat akhir tahun ini, maka BPD paling lambat akhir 2024. Meski begitu, sejumlah BPD memilih bergerak cepat. Sebut saja, Bank Bengkulu dan Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) yang bakal bersinergi bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten Tbk (BJBR) atawa Bank BJB.

Deputy Corporate Secretary Bank BJB Devi Fajar Nugraha menjelaskan, pihaknya bersinergi bersama BPD yang membutuhkan tambahan modal inti dalam rangka pemenuhan modal inti Rp 3 triliun melalui pola kelompok unit usaha (KUB). "Sinergi dilakukan melalui kepemilikan saham pada BPD tersebut," ujar Devi kepada CNBC Indonesia, Senin (7/11/2022).

Ia menambahkan, sejauh ini baru Bank Bengkulu dan Bank Sultra yang sepakat dengan sinergi tersebut. Namun, tidak berhenti sampai di sini, Bank BJB bakal terus mencari BPD lain.

"Dari 13 BPD yang modal intinya di bawah Rp 3 triliun, ada 8 BPD yang telah berkomunikasi. Dua BPD sudah berjalan prosesnya, yaitu Bank Bengkulu dan Bank Sultra. Masih terdapat dua hingga tiga BPD lagi yang sedang berdiskusi lebih lanjut, namun saat ini belum bisa kami sampaikan kepada publik," terang Devi.

Yang terang, Bank BJB telah mengalokasikan Rp 500 miliar untuk memuluskan akuisisi saham sejumlah BPD. Sebesar Rp 100 miliar sudah disetor ke Bank Bengkulu.

"Untuk tahun depan, kami sedang menghitung bersamaan dengan rencana kerja yang disusun. Besarannya tentu akan bergantung dan menyesuaikan dengan perkiraan BPD yang akan bergabung dengan KUB Bank BJB di tahun depan," jelas Devi.

Andrey Wijaya, analis RHB Sekuritas memperkirakan, nilai aset keempat bank bisa mencapai Rp 50 triliun dalam KUB tersebut. Meski Bank BJB nanti hanya membeli 16% hingga 20% saham BPD itu, tapi menurut Andrey langkah ini sudah cukup menjadikan Bank BJB sebagai pengendali.

"Akibatnya, laporan keuangan mereka akan digabungkan dengan Bank BJB. Sebaliknya, sebagai bagian dari grup perbankan lokal-regional bank, yang diakuisisi
bank akan mendapatkan keuntungan dari pemenuhan modal inti Rp 3 triliun," jelas Andrey.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dear Bankir, Penuhi Ini Kalau Nggak Mau Kena Potensi Jadi BPR


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading