Bos Facebook, Nasibmu Kini, Harta Rp 1.500 T Menguap

Market - npb, CNBC Indonesia
30 October 2022 12:40
Founder and CEO of US online social media and social networking service Facebook Mark Zuckerberg reacts upon his arrival for a meeting with European Commission vice-president in charge for Values and Transparency, in Brussels, on February 17, 2020. (Photo by Kenzo TRIBOUILLARD / AFP) (Photo by KENZO TRIBOUILLARD/AFP via Getty Images) Foto: Mark Zuckerberg (Photo by KENZO TRIBOUILLARD/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun ini nampaknya bukan waktu terbaik bagi Mark Zuckerberg. Laporan Bloomberg Billionaires Index menyebutkan bos Meta itu kehilangan harta yang mencapai Rp 1.500 triliun yang terjadi dalam 13 bulan.

Ini terjadi diakibatkan saham perusahaan yang terus merosot. Titik puncaknya pada September 2021 yakni US$380 per unit.

Tahun ini total kekayaannya 'hanya' US$38,1 miliar jauh dibandingkan dari September 2021 mencapai US$142 miliar. Mengutip Bloomberg, ini menjdi kehilangan terbesar yang pernah terjadi pada daftar orang kaya di Bloomber Billionaires Index.

Kinerja Meta memang cukup mengecewakan. Pada Kamis (27/10/2022), harga sahamnya anjlok 25% ke level US$97,94 dan menjadi yang terendah sejak 2016. Jika menarik hingga awal tahun lalu, harga Meta jatuh lebih dari 70%.

Penjualan saham tersebut terjadi setelah pendapatan kuartalan perusahaan dilaporkan menurun lebih dari 4% dibandingkan tahun lalu yakni menjadi US$27,7 miliar. Laporan tersebut menjadi kuartal kedua yang kinerjanya mengecewakan.

Bukan hanya itu laba perusahaan juga turun mencapai 52%, atau hanya menjadi US$4,4 miliar. Meta memperkirakan kinerja buruk ini terus berlanjut hingga akhir tahun, yakni antara US$30 miliar hingga US$32,5 miliar atau di bawah harapan analisis sebesar US$32,2 miliar.

Reality Labs, unit yang merupakan pengembang VR dan teknologi AR untuk proyek Metaverse, juga membukukan kinerja buruk yakni merugi US$9,4 miliar sepanjang 2022. Namun Zuckerberg tetap melanjutkan proyek ambisius dunia digital itu di tengah kerugian perusahaannya.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading