Sekalinya Menguat, Rupiah Libas 3 Dolar Sekaligus

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 October 2022 13:55
Ilustrasi Mata Uang Asing (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Mata Uang Asing (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Selasa (4/10/2022), tidak hanya melawan dolar Amerika Serikat (AS) tetapi juga Singapura dan Australia.

Melansir data Refintiv, pada pukul 13:00 WIB, rupiah menguat 0,23% melawan dolar AS ke Rp 15.265/US$. Di waktu yang sama, rupiah juga menguat masing-masing 0,23% melawan dolar Singapura ke Rp 10.663/SG$ dan 0,71% ke Rp 9.903/AU$.

Sentimen pelaku pasar yang mulai membaik membuat rupiah bertenaga.

Bursa saham AS (Wall Street) menguat tajam pada perdagangan Senin waktu setempat, menjadi indikasi sentimen pelaku pasar yang mulai membaik. Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq kompak melesat lebih dari 2% pada perdagangan Senin waktu setempat.

Pulihnya bursa Wall Street terjadi setelah yield obligasi (Treasury) tenor 10 tahun yang terus menurun dan diperdagangkan sekitar 3,65%, setelah sempat menyentuh rekor tertingginya hingga 4% pekan lalu.

Bursa Asia pun menyusul pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat lebih dari 1%.

Selain itu kabar baik datang dari dalam negeri kemarin. S&P Global melaporkan aktivitas manufaktur Indonesia yang dilihat dari purchasing manager's index (PMI) mengalami peningkatan signifikan menjadi 53,7 September lalu, dari bulan sebelumnya 51,7.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas. Di atasnya adalah ekspansi, di bawahnya berarti kontraksi.

Sektor manufaktur Indonesia kini sudah berekspansi dalam 13 bulan beruntun, dan menjadi kabar baik saat negara-negara lain terutama di Barat menghadapi isu resesi.

"Survei terbaru konsisten dengan perkembangan terkuat kesehatan sektor manufaktur Indonesia sejak Januari. Kondisi demand yang kuat membantu membawa pesanan baru ke level tertinggi dalam hampir satu tahun terakhir," kata Laura Denman, ekonom di S&P Global Market Intelligence.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jurus Perry Warjiyo & BI Jaga Rupiah Dari Amukan Dolar AS


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading