'Tsunami' PHK RI Berlanjut, dari Shopee Hingga Indosat

Market - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
24 September 2022 14:15
Sejumlah kurir Shopee Express melakukan konvoi usai melakukan aksi unjuk rasa di kawasa Sudirman, Jumat (16/9/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Sejumlah kurir Shopee Express melakukan konvoi usai melakukan aksi unjuk rasa di kawasa Sudirman, Jumat (16/9/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tsunami PHK ternyata tak hanya menghampiri startup saja, tapi juga perusahaan konvensional.

Baru kemarin, Jumat (23/9), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan perusahaan telah menempuh langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Menurut keterangan tertulis, 95% dari karyawan yang terkena dampak telah menerima tawaran dari perusahaan, sementara sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun IOH tak menyebut jumlah pasti karyawan yang terdampak PHK.

Adapun paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, dan yang tertinggi mencapai 75 kali upah.

"Inisiatif rigthsizing berjalan lancar sesuai rencana dan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan yang terkena dampak. Prosesnya sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang ada dan telah dilakukan dengan pertimbangan matang, yang dilakukan secara objektif dan fair," ujar Director & Chief of Human Resources Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Irsyad Sahroni.

Selain IOH, e-commerce Shopee Indonesia juga melakukan PHK karyawan mereka. Tidak disebutkan pasti berapa jumlahnya, namun berdasarkan informasi yang diterima CNBC Indonesia, ada sekitar 3% karyawan yang terdampak.

Apabila total karyawan Shopee mencapai 6.000 orang, artinya ada sekitar 186 orang yang dirumahkan.

Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira menjelaskan keputusan ini merupakan langkah terakhir yang harus ditempuh, setelah melakukan penyesuaian melalui beberapa perubahan kebijakan bisnis.

PHK terpaksa dilakukan sebagai langkah efisiensi bisnisnya di tanah air.

"Kondisi ekonomi global menuntut kami untuk lebih cepat beradaptasi serta mengevaluasi prioritas bisnis agar bisa menjadi lebih efisien. Ini merupakan sebuah keputusan yang sangat sulit," kata Radynal dalam keterangan tertulis.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Startup Banyak PHK & Merugi, Modal Ventura Kapok Gak?


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading