Suku Bunga Naik, Warga RI Perlu Lakukan Ini Agar Tidak Boncos

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
23 September 2022 13:15
Ilustrasi Dollar Rupiah Foto: Muhammad Luthfi Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Milenial apalagi mereka yang memiliki KPR dan cicilan kendaraan bermotor dianggap menjadi masyarakat yang paling berdampak dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 4,25%.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan akan ada penyesuaian bunga pada properti dan otomotif yang membuat banyak anak muda makin sulit menjangkau rumah. Kalaupun mampu mencicil KPR terpaksa anak muda urban harus komuter setiap hari ke kantor karena rumah yang bisa dibeli dengan KPR lokasinya sangat jauh dari tempat kerja. Bisa jadi perjalanan 2 jam dari rumah ke kantor. Itu konsekuensi langsung yang dirasakan milenial.

"Kelompok milenial paling terdampak karena pinjaman perumahan maupun kendaraan bermotor adalah kebutuhan yang paling utama saat milenial mulai masuk dunia kerja. Bukan cuma itu, masyarakat akan tertimpa beban ganda, karena harus mengeluarkan biaya hidup yang lebih mahal dengan kenaikan bunga, BBM dan harga pangan," jelas Bhima kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/9/2022).


Oleh karena itu, Bhima memiliki empat tips bagi masyarakat dalam menghadapi tren suku bunga yang menanjak ini, berikut adalah tipsnya.

1. Segera lunasi pinjaman khususnya pinjaman konsumtif
2. Lakukan pengajuan take over KPR ke bank yang tawarkan bunga lebih rendah
3. Masyarakat harus mengalihkan sebagian simpanan perbankan ke instrumen lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi misalnya reksa dana pasar uang dan reksa dana saham
4. Kendalikan belanja yang tidak urgent apalagi sampai terjebak pinjol

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memastikan efek kenaikan suku bunga 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% kepada kredit perbankan tidak akan signifikan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan kenaikan suku bunga itu pengaruhnya terhadap kenaikan suku bunga perbankan akan lebih lambat dari kondisi sebelum Covid-19.

"Hal ini karena likuiditas di perbankan longgar. Rasio AL/DPK 4,6% saat ini... elastisitasnya akan lebih rendah dari sebelum Covid karena likuiditas yang longgar. Itu pengaruh dari kebijakan ini terhadap suku bunga," papar Perry dalam pengumuman hasil RDG BI, Kamis (22/9/2022).

Perry memperkirakan transmisinya kepada suku bunga kredit perbankan, baik kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit tanpa agunan (KTA), hingga kredit usaha, akan terjadi dalam dua kuartal.


[Gambas:Video CNBC]

(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Baca Juga
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading