Dolar AS Makin Jauh di Atas Rp 15.000/US$, Ini Penyebabnya!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 September 2022 14:08
Pekerja pusat penukaran mata uang asing menghitung uang Dollar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo di Melawai, Jakarta, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/9/2022), sehari setelah Bank Indonesia (BI) memberikan kejutan dengan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Melansir data Refinitiv, rupiah pukul 14:00 WIB menyentuh Rp 15.035/US$, melemah 0,13% di pasar spot. Mata Uang Garuda berada di dekat level terlemah dalam lebih dari 2 tahun terakhir.


Kenaikan suku bunga kemarin lebih tinggi dari konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia mayoritas memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin. Sehingga sekali lagi menjadi kejutan.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga sebagai bagian dari langkah pre-emptive, front-loading dan forward looking untuk menekan ekspektasi inflasi.Ekspektasi diperkirakan akan melonjak setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi pada 2 September lalu.

Mesli demikian, rupiah belum mampu menguat merespon kejutan dari BI. Sebab, Perry menegaskan kenaikan suku bunga tidak akan agresif.

"Kenaikan suku bunga agresif tidak diperlukan di Indonesia," ungkap Perry.

Di sisi lain, bank sentral AS (The Fed) justru menegaskan akan masih terus agresif menaikkan suku bunga.

The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 3% - 3,25%. Sepanjang tahun ini The Fed sudah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 300 basis poin, dan masih akan terus melakukannya hingga tahun depan.

The Fed kini melihat suku bunga akan mencapai 4,6% (kisaran 4,5% - 4,75%) di tahun depan. Artinya, masih akan ada kenaikan 150 basis poin dari level saat ini.
Bahkan, beberapa pejabat The Fed melihat suku bunga berada di kisaran 4,75 - 5% di 2023.

Hal ini membuat dolar AS menjadi sangat perkasa, rupiah pun sulit menguat.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tunggu Kejutan dari BI, Rupiah Melemah Lagi


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading