Pertama Sejak 1998! Jepang Beraksi Cegah 'Kiamat' Mata Uang

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
23 September 2022 10:05
Ilustrasi mata uang Japan Yen dan US Dollar. (Foto : REUTERS/Thomas White/) Foto: REUTERS/Thomas White/

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs yen Jepang jeblok melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke level terendah dalam lebih dari 24 tahun terakhir pada perdagangan Kamis (22/9/2022). Pemerintah Jepang yang sudah gelisah dalam beberapa pekan terakhir melihat pergerakan yen akhirnya mengambil tindakan tegas.

Intervensi pun dilakukan, pertama kalinya sejak 1998.

"Kami telah mengambil tindakan tegas" kata Wakil Menteri Keuangan Jepang untuk urusan international, Masato Kanda kepada wartawan ketika ditanya mengenai intervensi, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (22/9/2022).


Sinyal akan adanya intervensi sudah ditunjukkan pada pekan lalu. Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki kemarin mengatakan pelemahan yen "sangat cepat dan satu sisi". Ia menambahkan intervensi mata uang menjadi salah satu pilihan pemerintah jika pergerakan tersebut berlanjut.

Intervensi tersebut dilakukan dengan menjual dolar AS. Kurs yen langsung menguat 1,17% melawan dolar AS ke JPY 142,35/US$, setelah sebelumnya sempat menyentuh JPY 145,89/US$ yang merupakan level terlemah sejak Agustus 1998.

Sepanjang tahun ini yen jeblok lebih dari 23% melawan dolar AS.

Kurs yen yang merosot tajam bisa menguntungkan bagi perekonomian Jepang, ekspor bisa melonjak signifikan. Tetapi di sisi lain, inflasi berisiko melesat tinggi yang bisa menjadi masalah serius, apalagi jika sampai mendarah daging.

Jebloknya yen tidak lepas dari perbedaan kebijakan moneter antara bank sentral AS (The Fed) dengan Bank Sentral Jepang (BoJ).

The Fed pada Kamis dini hari waktu Indonesia kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 3% - 3,25%. Sepanjang tahun ini The Fed sudah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 300 basis poin, dan masih akan terus melakukannya hingga tahun depan.

Sebaliknya, BoJ masih terus mempertahankan kebijakan moneter ultra longgar, dan mengindikasikan bisa berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.
BoJ kini menjadi satu-satunya bank sentral utama yang masih mempertahankan suku bunga negatif.

Bank sentral pimpinan Haruhiko Kuroda kemarin masih mempertahankan suku bunga sebesar minus (-) 0,1%, dan yield curve control (YCC), di mana obligasi tenor 10 tahun imbal hasilnya dijaga dekat 0%.

Dengan kebijakan YCC, ketika imbal hasil obligasi tenor 10 tahun menjauhi 0%, maka BoJ akan melakukan pembelian. Artinya, "menyuntikkan" likuiditas ke perekonomian.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

FYI, Kurs Yen Jeblok ke level Terlemah Seperempat Abad!


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading