Apa Itu Dolar AS? RI-Malaysia-China Makin Mesra Tuh!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 September 2022 09:25
Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Luxury Valuta Perkasa, Blok M, Jakarta, Kamis, 21/7. Rupiah tertekan pada perdagangan Kamis (21/7/2022) (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Petugas menghitung uang di tempat penukaran uang Luxury Valuta Perkasa, Blok M, Jakarta, Kamis, 21/7. Rupiah tertekan pada perdagangan Kamis (21/7/2022) (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) terus mendorong penggunaan transaksi Local Currency Settlement (LCS) demi menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. Saat ini, semakin banyak pelaku industri dan pengusaha yang meninggalkan dolar dalam berdagang dan berinvestasi.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, transaksi LCS dengan negara mitra terus berkembang. Transaksi meninggalkan dolar ini, kata Destry juga sebagai salah satu upaya BI dalam melakukan diversifikasi penguatan nilai tukar rupiah.


"Dengan LCS akan kita kembangkan dengan LCS termasuk cross border payment. Ini salah satu upaya kita diversifikasi penggunaan dari mata uang lainnya untuk transaksi perdagangan, investasi dan untuk transaksi cross border payment," jelas Destry dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).

Dengan adanya transaksi LCS ini, maka ketergantungan Indonesia terhadap dollar juga berkurang. Tercatat transaksinya dengan mitra dagang utama hingga Agustus 2022 mencapai US$ 2,8 miliar atau setara Rp 42 triliun (kurs Rp 15.000/US$).

Transaksi yang mencapai US$ 2,8 miliar tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan, total realisasi transaksi LCS dengan negara mitra pada 2021 yang hanya mencapai US$ 2,5 miliar.

"Dengan semakin diversify ketergantungan kita terhadap dollar akan berkurang. Perkembangan Agustus total dari trade empat negara mitra; Malaysia, Thailand, China, dan Jepang sudah mencapai US$ 2,8 miliar," jelas Destry.

"Nilai itu sudah di atas transaksi keseluruhan transaksi sepanjang tahun 2021 sebesar US$ 2,5 miliar. Jadi, salah satu upaya dalam memperkuat nilai tukar kita," kata Destry lagi.

Local Currency Settlement (LCS) adalah penyelesaian transaksi bilateral antara dua negara yang dilakukan dalam mata uang masing-masing negara di mana setelmen transaksinya dilakukan di dalam yurisdiksi wilayah negara masing-masing.

Sebelum adanya pengenaan LCS, pada aktivitas ekspor dan impor, peredaran mata uang dollar AS di Indonesia mencapai 80-90%. Angka ini terlampau tinggi.

Oleh karena itu, dengan penggunaan LCS ini, pengusaha tidak perlu transaksi menggunakan dollar AS, namun bisa menggunakan rupiah atau mata uang negara tujuan. Hingga 2021 terdapat 1.500 pelaku usaha yang telah memanfaatkan LCS.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rupiah Dekati Rp 15.000/US$, Begini Kondisi Money Changer


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading