Lupakan The Fed, Harga Minyak Nanjak Lagi 'Didukung' China

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
23 September 2022 06:45
FILE PHOTO: Oil pours out of a spout from Edwin Drake's original 1859 well that launched the modern petroleum industry at the Drake Well Museum and Park in Titusville, Pennsylvania U.S., October 5, 2017. REUTERS/Brendan McDermid/File Photo Foto: Ilustrasi: Minyak mengalir keluar dari semburan dari sumur 1859 asli Edwin Drake yang meluncurkan industri perminyakan modern di Museum dan Taman Drake Well di Titusville, Pennsylvania AS, 5 Oktober 2017. REUTERS / Brendan McDermid / File Foto

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia menguat karena kekhawatiran pasokan minyak Rusia dan kembalinya permintaan dari China.

Pada Kamis (22/9/2022) harga minyak mentah Brent tercatat US$ 90,46 per barel, naik 0,7% dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya. Sedangkan jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$ 83,25 per barel, naik 0,66%.


Rusia mendorong jumlah masyarakat yang ikut wajib militer menjadi yang terbesar sejak perang dunia kedua. Hal ini meningkatkan kekhawatiran eskalasi perang di Ukraina lebih lanjut dapat merusak pasokan.

"Retorika permusuhan (Presiden Rusia Vladimir) Putin adalah apa yang menopang pasar ini," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Kendala pasokan dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menambah dukungan lebih lanjut, kata para analis.

"Ekspor minyak mentah OPEC telah mendatar dari kenaikan kuat pada awal bulan ini," kata Giovanni Staunovo, analis komoditas di UBS.

Uni Eropa sedang mempertimbangkan pembatasan harga minyak, pembatasan yang lebih ketat pada ekspor teknologi tinggi ke Rusia dan lebih banyak sanksi terhadap individu. Sanksi tersebut dikatakan perlu diterapkan juga ke perdagangan turunan energi.

Sementara itu, permintaan minyak mentah di China, importir minyak terbesar dunia, sedang rebound, setelah diredam oleh pembatasan ketat Covid-19.

Rata-rata tingkat penyulingan di kilang milik negara China telah naik menjadi 73,74% pada minggu lalu, naik 2,56% dari akhir Agustus, menurut broker China SHZQ Futures. 

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Alert! Harga Minyak Dunia Ambruk ke Bawah US$ 90/barel


(ras/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading