Analisis Teknikal

Balik ke Zona 7.200, Gimana Nasib IHSG di Jumat Keramat?

Market - Putra, CNBC Indonesia
23 September 2022 06:15
Karyawan melintas di depam layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan ternyata tidak membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan.

Pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) September kemarin (22/9), BI memberikan kejutan kepada pelaku pasar.

BI sah mengerek suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Padahal mayoritas ekonom memperkirakan BI hanya akan menaikkan suku bunga acuan 25 bps saja.


Keputusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan juga dilakukan setelah sebelumnya bank sentral AS Fed menaikkan suku bunganya sebesar 75 bps.

Menariknya, kebijakan BI tersebut malah membuat IHSG menguat. Hingga akhir perdagangan IHSG menguat 0,43% ke 7.218,9.

Setelah absen dari posisi 7.200 selama 4 hari perdagangan beruntun sejak pekan lalu, akhirnya IHSG mampu kembali tembus level psikologis tersebut.

Namun di pasar reguler asing masih mencatatkan outflows. Asing net sell sebesar Rp 407,5 miliar di pasar reguler kemarin.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). 

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB kemarin, indeks masih bergerak di dekat batas BB 7.219.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Indikator RSI cenderung naik ke posisi 54,35 meski ada outflows dana asing.

Apabila melihat indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 masih berada di bawah garis EMA 26 dan bar histogram bergerak di area negatif.

IHSG tampak masih akan membentuk pola konsolidasi terlebih dahulu hari ini. Level support terdekat IHSG berada di 7.107 sedangkan resisten terdekat di 7.219.

TIM RISET CNBC INDONESIA  


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Buka Lagi Usai Libur Panjang, Apa Kabar IHSG Hari Ini?


(trp/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading