Dirjen Kekayaan Negara Pastikan BTN Tidak Bergabung ke BNI

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
14 September 2022 12:20
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI-DPR dengan Dirjen Kekayaan Negara dan Direktur Utama BTN. Ist Foto: Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI-DPR dengan Dirjen Kekayaan Negara dan Direktur Utama BTN. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rionald Silaban memastikan kalau isu soal merger PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) alias BTN dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) tidak akan dilakukan.

"Kami tidak mendengar rencana itu akan dilakukan," kata Rio dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Berita ini pun disambut bahagia oleh Komisi XI yang hadir dalam rapat tersebut. Menurut Komisi XI isu tersebut mulai terdengar sejak beberapa bulan terakhir.

Munculnya isu ini dimulai dari pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin yang secara terang-terangan menyatakan pemerintah memiliki wacana mendorong BNI untuk mengakuisisi BTN saat kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Teknologi di Riau.

Sebelumnya, Corporate Secretary BNI, Mucharom (yang kini menjadi Direktur Human Capital & Compliance BNI) mengatakan pihaknya selalu mendukung rencana pengembangan bisnis oleh pemerintah dengan mempertimbangkan aspek bisnis untuk memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan serta dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham serta negara.

"Terkait dengan wacana akuisisi BTN, dapat kami sampaikan, bahwa sampai dengan saat ini hal tersebut belum ada arahan tindak lanjut dari pemegang saham untuk menjadikan aksi korporasi (corporate action)," kata Mucharom, Sabtu (27/8/2022).

Mucharom mengungkapkan bahwa BNI saat ini sedang fokus pada eksekusi agenda corporate transformation yang telah dicanangkan.

Selain itu, BNI juga menempatkan prioritas untuk optimalisasi kontribusi perusahaan anak dengan mengembangkan beberapa rencana strategis di bank digital, securities dan multifinance.

Seperti diketahui, wacana akuisisi BTN oleh BNI sudah muncul sejak lama, yakni saat BNI dipimpin oleh Sigit Pramono sekitar tahun 2005.

Namun hal tersebut tidak terealisasi karena banyak aspek yang dipertimbangkan, termasuk budaya karyawan dan nasabah. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dua Perusahaan Hary Tanoe Merger, Bisa Sebesar Apa?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading