Mau Tahu Nggak Kontribusi BRI ke Negara? Segini Loh!

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
13 September 2022 16:05
Jurus Sunarso Bikin Pertumbuhan Kredit BRI Tak Sensitif “Krisis”(CNBC Indonesia TV) Foto: Jurus Sunarso Bikin Pertumbuhan Kredit BRI Tak Sensitif “Krisis”(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai perusahaan pelat merah berkontribusi kepada negara melalui pembayaran dividen. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan total dividen BRI sejak 2015 hingga 2022 sebesar Rp 59,76 triliun dengan pajak penghasilan sebesar Rp113,11 triliun.

"Total dividen BRI dari 2015-2022 ini Rp 59,76 triliun, kemudian PPh badan Rp 113,11 triliun, itu kira-kira perbandingannya nanti bisa didalami tahun ke tahun. Belakangan, kami memberikan dividen cukup tinggi," ujarnya saat rapat dengan Komisi VI DPR RI Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Sunarso menjelaskan, alasan BRI berani berani membayar dividen lebih tinggi karena untuk meningkatkan return on equity (RoE). Terlebih, perusahaan sempat mendapat setoran modal baik melalui rights issue maupun suntikan duit segar dari pemerintah. "Boleh saya katakan modal kita sangat kuat sehingga tantangannya meleverage modal itu jadi laba dan dari laba dikembalikan lagi kepada pemegang saham," imbuhnya.

BBRI bakal terus menggenjot kinerja. Melalui asumsi ini, pada kurun 3 tahun hingga 5 tahun ke depan, BRI masih memiliki potensi untuk memberikan dividen pay out ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi.

"Tahun ini sebenarnya kami sudah memulai dividen pay out ratio yang cukup tinggi, kurang lebih 85% dari net profit di tahun 2021. Artinya, setiap lembar saham itu menerima kurang lebih Rp 174," ungkapnya. Paling tidak, dengan kondisi permodalan saat inipun BRI masih memiliki potensi untuk memberikan dividen di atas 70%.

Sedangkan, Direktur PT Indovesta Utama Mandiri Rivan Kurniawan yang juga seorang Indonesia Value Investor mengungkapkan, tak keliru jika BRI memiliki optimisme tersebut. Menurutnya, dua tahun terakhir terutama pasca pandemi kinerja BRI sangat solid. "Dan saya melihat bahwa tren dari kinerja BBRI juga terus membaik pasca pandemi," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi poin-poin keberhasilan dari BRI, yaitu dari sisi loan dan financing. Per kuartal II-2022, menurutnya loan dan financing BRI tumbuh sekitar 8,7% secara tahunan menjadi Rp 1.104,8 triliun dari Rp 1.015,9 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cum Date Dividen Hari Ini, Saham PGAS Turun 100 Poin


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading