Mengejar Profit, GOTO Melaju dalam Kecepatan Tinggi

Market - rah, CNBC Indonesia
23 August 2022 11:11
GoTo Foto: Dok GoTo

Menurut Tirta, potensi pembiayaan ke ekosistem Tokopedia bisa dibilang belum ada apa apanya dibandingkan dengan potensi bisnis GOTO dari bisnis motor listrik. Di bisnis ini, GOTO punya tiga peluang. Pertama, mendapatkan margin dari penjualan motor. Kedua, tambahan pendapatan apabila penjualan kendaraan listrik memakai skema kredit. Ketiga, pendapatan berulang dari bisnis spareparts, seperti battery dan lainnya. Dan ada bonus lain, yakni image positif GOTO dan TOBA sebagai emiten hijau, atau perusahaan yang punya komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan.

"Selama puluhan tahun Yamaha dan Honda selalu mendominasi bisnis sepeda motor. Jangan jangan ke depan, GOTO dan produsen motor listrik lainnya seperti INDIKA, bisa menjadi pesaing utama mereka atau bahkan mendisrupsi pemain lama. Di industri motor listrik, semua pemain berdiri di garis start yang sama, sehingga memiliki kesempatan yang setara," kata Tirta.

Untuk mengukur potensi, Tirta menyodorkan angka penjualan sepeda motor nasional pada 2021 sebanyak 5 juta unit sebagai pembanding. Jika motor listrik mampu mencuil potensi market sebanyak 10%, artinya akan ada 500.000 unit motor listrik terjual. Dengan harga rata rata Rp25 juta per unit, nilai penjualan bisa lebih dari Rp12 triliun.

 

"Jadi, ada potensi pembiayaan baru senilai Rp 12 triliun. Ini angka yang konservatif karena ke depan penjualan motor listrik bisa terus meningkat seiring perubahan tren konsumen," katanya.

Dibandingkan kompetitor, GOTO sebenarnya punya peluang jauh lebih besar untuk menjadi pemain utama di bisnis kendaraan listrik karena tiga faktor. Pertama, memiliki captive market yakni para driver ojol. Mereka bisa mengganti motor bensin ke listrik dengan sukarela karena terbukti lebih efisien dan menguntungkan. GOTO pun punya keleluasaan memberikan penawaran menarik ke para pelanggannya sehingga memacu angka penjualan. "Jadi, di saat produsen motor listrik lain sibuk "memancing ikan" di tengah laut, GOTO tinggal nyerok ikan di akuarium sendiri. Kemampuan menjadi market leader secara cepat akan menentukan pemenang kompetisi di masa depan," kata Tirta.

 

Kedua, GOTO sudah membangun ekosistem dan memiliki partner bisnis yang saling melengkapi. GOTO melalui Electrum menjalin kerjasama strategis dengan tiga pihak sekaligus. Satu, produsen motor, baterai dan teknologi kendaraan listrik asal Taiwan, Gogoro. Dua, produsen motor listrik nasional merk Gesits, WIKA. Tiga, Pertamina sebagai pemilik jaringan SPBU yang menyediakan tempat pengisian dan penggantian baterai. Kemitraan dengan Pertamina menjadi sangat strategis dan merupakan nilai tambah tersendiri. Apalagi, bisnis model kendaraan listrik GOTO adalah battery swap sehingga membutuhkan banyak sekali jaringan tempat penukaran baterai.

 

Maximilianus juga melihat bisnis motor listrik GOTO dan TOBA melalui Electrum akan memiliki nilai strategis karena ikut membantu pemerintah untuk mencapai target zero emisi. "Semua kendali ada ditangan GOTO. Kenapa? Karena apa yang mereka bangun mampu menciptakan engagement antara aplikasi dan user. Ini salah satu kelebihan GOTO dan karena itu menjadi mitra andalan pemerintah untuk menyukseskan agenda zero emisi," katanya.

 

Engagement ini, kata Maximilianus, bisa berjalan optimal karena sebagai pemilik ekosistem GOTO punya power. Tapi, tergantung pada komitmen GOTO, apakah mau mengkondisikan mitra drivernya untuk pindah dari motor bensin ke listrik atau membiarkan shifting berjalan alamiah. "Mitra memang punya pilihan untuk menggunakan motor bensin, tapi kalau GOTO menginginkan mereka memakai motor listrik, dengan cara memprioritaskan mereka dalam mendapatkan order, atau ada tambahan promo lain, tentu akan membuat mitra berubah," katanya.

Ketiga, di bisnis kendaraan listrik, GOTO melalui Electrum tidak sekadar membeli motor, rebranding lalu menjual lagi ke konsumen. Menurut rumors di kalangan pelaku pasar, ke depan, Electrum juga sangat mungkin masuk ke industri manufaktur, seperti produksi motor, baterai dan spare parts lainnya. "Jadi, kemitraan dengan Gogoro tidak sebatas pada distribusi motor listrik, juga akan terjadi transfer knowledge yang memampukan Electrum naik level. Jalannya memang masih panjang, tapi setidaknya mereka punya peta jalan yang jelas di bisnis ini," kata sumber yang mengetahui rencana bisnis ini.

Informasi saja, Electrum atau PT Energi Kreasi Bersama (EKB) adalah perusahaan patungan Gojek dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Perusahaan yang didirikan pada Desember 2021 ini memiliki fokus bisnis di bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.

TOBA dan GOTO meluncurkan project Electrum pada Februari 2022 dihadiri Presiden Jokowi. Pada acara ini, Electrum juga mengumumkan kerja sama strategis dengan Pertamina dan WIKA sebagai upaya bersama mencapai emisi nol dan penerapan bisnis ramah lingkungan.



 


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
HALAMAN :
1 2 3
Artikel Selanjutnya

Penjatahan Saham GoTo Berakhir Hari Ini, Ritel Dapat Berapa?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading