Bitcoin Masih Mager, Tapi Kripto Satu Ini Malah Meroket 9%

Market - chd, CNBC Indonesia
15 August 2022 10:30
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Pierre Borthiry on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas kripto utama terpantau terkoreksi tipis cenderung mendatar pada perdagangan Senin (15/8/2022), di mana investor cenderung berhati-hati meskipun sejatinya mereka optimis.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, Bitcoin naik tipis 0,03% ke harga US$ 24.589,01/koin atau setara dengan Rp 361.458.447/koin (asumsi kurs Rp 14.700/US$). Namun untuk Ethereum terkoreksi 0,97% ke posisi US$ 1.958,91/koin atau Rp 28.795.977/koin.

Sedangkan koin digital (token) alternatif (alternate coin/altcoin) sebagian besar terkoreksi lebih dari 1%. Tetapi untuk Dogecoin terpantau melejit 9,46% ke US$ 0,08098/koin (Rp 1.190). Dogecoin kembali masuk jajaran 10 besar pada hari ini.


Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

CryptocurrencyDalam Dolar ASDalam RupiahPerubahan Harian (%)Perubahan 7 Hari (%)Kapitalisasi Pasar (US$ Miliar)
Bitcoin (BTC)24.589,01361.458.4470,03%5,93%467,54
Ethereum (ETH)1.958,9128.795.977-0,97%15,19%238,92
Tether (USDT)1,0014.700-0,00%0,01%67,44
USD Coin (USDC)1,0014.7000,00%0,01%53,60
BNB319,464.696.062-1,78%-2,31%51,54
Cardano (ADA)0,5738.423-1,19%9,36%19,33
XRP0,37925.574-0,46%1,83%18,59
Binance USD (BUSD)0,999814.697-0,02%-0,02%17,72
Solana (SOL)45,47668.409-1,76%11,69%15,86
Dogecoin (DOGE)0,080981.1909,46%16,99%10,72

Sumber: CoinMarketCap

Bitcoin cenderung bertahan di kisaran US$ 24.000, setelah sempat nyaris menyentuh kisaran US$ 25.000 pada Minggu sore waktu Indonesia.

Bitcoin telah naik selama tiga minggu terakhir dan diperdagangkan di kisaran harga US$ 20.000 hingga US$ 24.000.

"Ketahanan Bitcoin di atas US$ 20.000 membuat token tersebut mendorong lebih banyak kenaikan, terutama setelah pengujian ulang yang berhasil dari kisaran itu," kata Joe DiPasquale, CEO manajer dana crypto BitBull Capital, dikutip dari CoinDesk.

"Namun, kami belum menyaksikan penembusan di atas US$ 25.000, yang dapat membuat Bitcoin bergerak cepat menuju kisaran US$ 29.000-US$ 30.000," tambah DiPasquale.

Sementara itu, meski Ethereum saat ini terkoreksi tipis, tetapi token terbesar kedua tersebut juga sudah mulai membentuk tren bullish dalam beberapa hari terakhir. Kini, Ethereum diperdagangkan di kisaran US$ 1.900.

Lonjakan Ethereum telah terjadi saat investor menanti proses upgrade atau merge, yang akan mengubah protokol Ethereum dari proof-of-work menjadi model yang lebih cepat dan lebih hemat energi.

Di lain sisi, investor masih cenderung berhati-hati tentang indikator ekonomi baru-baru ini yang menunjukkan penurunan inflasi dan kemungkinan resesi yang lebih rendah.

Namun mereka sejatinya cenderung optimis setelah inflasi AS melandai pada Juli. Indeks harga produsen AS secara mengejutkan juga turun 0,5% (month-to-month/mom) pada Juli sejalan dengan menurunnya harga energi. Penurunan tersebut adalah yang pertama kali sejak April 2020.

Selain data inflasi, meningkatnya indeks kepercayaan konsumen AS semakin menyuntikkan sentimen positif ke bursa AS.

Data awal dari survei Michigan University menunjukkan indeks kepercayaan konsumen meningkat menjadi 55,1 pada Agustus, dari 52,5 pada Juli. Indeks ada di level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan menunjukkan inflasi akan turun ke 5,0% sementara dalam lima tahun ke depan ada di kisaran 2,9-3,0%.

"Tentu saja kita tidak bisa mendebat lagi bahwa data inflasi dan indeks kepercayaan konsumen membawa harapan besar. Penguatan bursa kemungkinan berlanjut karena inflasi melemah dan The Fed akan menurunkan agresivitasnya," tutur Michael Darda, dari MKM Partners, seperti dikutip dari CNBC International.

Sementara menurut Dec Mullarkey dari SLC Management Boston, mengatakan bahwa kewaspadaan tentu saja masih ada.

Terlebih, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) masih akan menaikkan suku bunga ke depan. Namun, melandainya inflasi telah menurunkan taruhan soal besaran kenaikan suku bunga acuan pada September.

Pasar kini berekspektasi jika the Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bp), bukan 75 bp.

Mullarkey memperkirakan inflasi umum akan berada di kisaran 7% atau lebih rendah pada akhir tahun ini sementara inflasi inti ada di angka 4%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kripto Terkoreksi Tipis, Tapi Bitcoin Stabil di US$ 21.000


(chd/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading