Harga Bitcoin cs Lagi Nanjak, Eitsss Jangan Senang Dulu....!

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
13 August 2022 16:30
Cover Topik, Fokus Chaos Pasar Kripto Foto: Cover Topik/Chaos Pasar Kripto/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia -Harga kripto utama terus melanjutkan tren positif. Pada perdagangan Sabtu (13/8/2022), harga kripto utama menguat tajam setelah sempat hancur lebur pada awal Juni-awal Juli 2022.

Melansir data dariĀ Coin Market Cap pada pukul 14:05 WIB, Bitcoin melesat 3,56% ke level harga US$ 24.797,22/koin atau setara dengan Rp 363.651.231/koin. Asumsi kurs yang digunakan adalah posisi rupiah pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di mana US$1 Rp 14.665/US$).

Kinerja cemerlang juga ditunjukkan Ethereum yang melonjak 6,62% ke level US$ 2.011,79/koin atau Rp 29.502.900/koin.


Sementara itu, koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti BNB menguat 2,12% ke US$ 329,81 atau Rp 4.836.663/koin. Cardano menguat 5,8% ke US$ 0,5597 atay Rp 8.208/koin) dan Solana melonjak 10,73 ke US$ 47,61/koin (Rp 698.200/koin).

Membaiknya harga kripto tak bisa dilepaskan dari mulai melandainya inflasi Amerika Serikat (AS). Inflasi AS pada Juli 2022 berada di 8,5% secara tahunan (year on year/yoy), melandai dibandingkan pada Juni yang tercatat 9,1%.

Dengan melandainya pada Juli, inflasi Paman Sam diperkirakan sudah mencapai puncaknya. Kondisi ini menjadi angin segar karena bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) diharapkan bisa menurunkan kebijakan agresifnya.

Harga kripto sempat tertekan pada Juni hingga awal Juli 2022 karena kebijakan agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan mereka.
Sepanjang tahun ini, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 225 bps.

Kenaikan harga kripto juga sejalanĀ dengan penguatan bursa saham AS. Pekan ini, S&P 500 menguat 3,25%, Dow Jones naik 2,92% sementara Nasdaq menguat 3,8%.
Kendati menguat, Bitcoin dan Etherum masih 50% di bawah harga tertingginya pada tahun lalu.

Marcus Sotiriou, analis digital asset pada perusahaan pialang GlobalBlock, mengingatkan tren positif pada harga kripto masih rawan.
Bagaimanapun inflasi AS masih jauh di atas target The Fed yakni di kisaran 2%. Artinya, kenaikan suku bunga masih akan berlanjut meskipun kemungkinan tidak setinggi Juni dan Juli tahun ini yang masing-masing tercatat 75 bps.

"Kebijakan The Fed masih ketat dan inflasi juga masih tinggi. Kita belum yakin dengan perbaikan di pasar kripto yang terjadi akhir-akhir ini," tutur Sotiriou, seperti dikutip dari TIME.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Chaos! Rp 29.476 Triliun Lenyap dari Pasar Kripto Dunia


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading