Mi Instant Mulai Naik, Berapa Harga Jual di Luar Negeri?

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
11 August 2022 12:08
Penjualan mie instan di warkop kawasan Radio Dalam, Jakarta, Rabu (10/8/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Penjualan mi instan di warkop kawasan Radio Dalam, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak dari perang antara Rusia-Ukraina pun mulai dirasakan di Indonesia, di mana harga makanan yang bahan dasarnya dari gandum atau tepung mulai mengalami kenaikan.

Adapun salah satu makanan tersebut yakni mie instan, di mana Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memprediksi harga mie instan bisa naik hingga tiga kali lipat. Hal ini karena kenaikan harga gandum bisa berimbas pada kenaikan harga mie instan.

Asal tahu saja, Indonesia merupakan negara pengimpor gandum terbesar di dunia, berdasarkan data dari Departemen Pertanian AS (USDA). Bahkan, Indonesia telah melampaui Mesir dalam hal impor gandum. Gandum merupakan tanaman biji-bijian penghasil tepung terigu.

Dalam periode tahun marketing Juli-April tahun 2021/2022, sumber pasokan gandum impor gandum Indonesia adalah terutama dari Australia (33,1%), Ukraina (28,7%), Argentina (13,4%), Kanada (11,3%), dan AS (1,4%). Seiring pergerakan aktifitas ekonomi, impor gandum Indonesia tahun 2022/2023 diprediksi bakal naik ke 11,5 juta ton.

Meski begitu, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franky Welirang tak menampik bahwa gandum yang masuk pada Agustus hingga September besok bisa saja menjadi harga gandum tertinggi.

"Tapi, kenaikan ini tak berdampak banyak terhadap harga mi. Harga mi instan bisa saja naik, bisa saja. Tapi kalau ada pernyataan yang mengatakan bisa 3 kali lipat, itu berlebihan. Sangat-sangat berlebihan," kata Franky seperti dikutip dari Detik.com, Kamis (11/8/2022).

Sementara itu, Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat harga tepung terigu terus naik.

Per 9 Agustus 2022, harga gandum sudah naik jadi Rp 12.200 per kg, melonjak 12,96% atau Rp 1.400 per kg dari 1 Maret 2022, yaitu setelah terjadinya perang Rusia-Ukraina.

Pada 18 Mei 2022, harga tepung terigu tercatat sudah bertengger di Rp11.500 per kg.

Padahal, di tanggal 1 November 2021, harga tepung terigu masih tercatat di Rp10.300 per kg.

"Dalam mi instan itu 40% packaging material, kan ada kantor, ada plastik, plastik di dalamnya. Waktu harga minyak goreng naik 100% ribut nggak? Kalau cabe naik 300% ribut nggak mi instan? nggak. Kok terigu naik nggak sampai 100% saja sudah ribut," ujar Franky.

Terlepas dari isu naiknya harga mie atau Indomie hingga tiga kali lipat, harga Indomie di Indonesia saat ini memang sudah mengalami kenaikan.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, harga mi instan terus terusan naik setelah perang Rusia-Ukraina.

Misalnya di warung grosiran yang berlokasi di Tamansari Kabupaten Bogor, harga 1 dus Indomie Goreng pada 12 Juli lalu adalah Rp 105.000, namun per 6 Agustus harganya sudah naik jadi Rp 112.000.

Harga Indomie Bawang pada 30 Januari 2022 dan 12 Maret 2022 adalah Rp 2.400 per bungkus. Namun pada 6 Juli dan 1 Agustus 2022 sudah menjadi Rp 2.700 per bungkus.

Indomie Soto juga mengalami kenaikan harga meski sedikit. Pada 21 Juni harganya Rp 2.650 per bungkus, sebulan berselang pada 24 Juli 2022 harganya menjadi Rp 2.700 per bungkus.

Berapa Harga Indomie di Luar Indonesia?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading