Sudah 38 Emiten IPO di 2022, Ini Lead Underwriter Tersakti

Market - Putra, CNBC Indonesia
09 August 2022 07:55
Karyawan melintas di depam layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (5/7/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meskipun kondisi ekonomi global dan domestik penuh dengan tantangan di tahun 2022, nyatanya aktivitas penggalangan dana lewat Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) masih semarak di pasar modal Tanah Air.

CNBC Indonesia mencatat sudah ada 38 perusahaan yang resmi menyandang status sebagai perusahaan publik yang sahamnya dapat ditransaksikan di pasar sekunder hingga perdagangan kemarin (8/8/2022).

Setidaknya ada lebih dari Rp 20 triliun nilai penggalangan di pasar modal lewat IPO sepanjang tahun ini dengan aktivitas fund raising terbesar dicatatkan oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp 13,7 triliun pada April lalu.

Secara rata-rata nilai penggalangan dana per perusahaan mencapai lebih dari Rp 550 miliar. Dengan maraknya aksi korporasi berupa IPO, tentu pihak yang juga ikut ketiban berkahnya adalah perusahaan sekuritas yang menyediakan jasa penjaminan emisi efek.

Saham

Lead UW

1st Day

Since IPO

ADMR

Ciptadana Sekuritas

35%

1520%

ASHA

KGI Sekuritas

35%

258%

WIRG

Ciptadana Sekuritas

35%

257%

HATM

NH Korindo

2%

134%

ENAK

UOB Kay Hian

-3%

116%

ARKO

Mirae Asset Sekuritas

-7%

113%

STAA

CIMB & DBS Vickers

25%

113%

AXIO

CIMB Niaga Sekuritas

35%

106%

MTMH

BCA Sekuritas

25%

105%

JARR

Investindo Nusantara Sekuritas

25%

93%

TRGU

Semesta Indovest Sekuritas

25%

57%

NETV

NH Korindo

35%

39%

DEWI

KGI Sekuritas

35%

37%

ELPI

Trimegah Sekuritas

35%

35%

RAFI

KB Valbury Sekuritas

35%

26%

MORA

Sucor Sekuritas

25%

25%

BIKE

Trimegah Sekuritas

34%

24%

KKES

Mirae Asset Sekuritas

21%

21%

RCCC

Erdhika Elit

-10%

6%

TLDN

BNI Sekuritas

6%

4%

EURO

Danatama Makmur Sekuritas

0%

0%

IBOS

Surya Fajar

10%

0%

GULA

UOB Kay Hian

2%

-4%

AMMS

Indo Capital Sekuritas

5%

-5%

SEMA

NH Korindo

34%

-7%

OLIV

Danatama Makmur Sekuritas

1%

-13%

GOTO

Indo Premier, Mandiri Sekuritas, Trimegah

13%

-17%

CHEM

NH Korindo

3%

-17%

KRYA

Indo Capital Sekuritas

-6%

-20%

SMKM

Erdhika Elit

-10%

-21%

SWID

Shinhan Sekuritas

8%

-29%

ASLC

Trimegah Sekuritas

25%

-29%

SICO

NH Korindo

10%

-39%

ADCP

Sucor Sekuritas

-6%

-42%

WINR

Artha Sekuritas

35%

-50%

NTBK

Surya Fajar

35%

-50%

BAUT

UOB Kay Hian

35%

-50%

NANO

UOB Kay Hian

10%

-50%

Dari 38 perusahaan yang berhasil listing tersebut, setidaknya ada 22 perusahaan sekuritas Anggota Bursa (AB) yang terlibat menjadi penjamin emisi utama (lead underwriter).

Apabila hanya menghitung dari sisi posisinya sebagai lead underwriter, maka secara jumlah PT NH Korindo Sekuritas (XA) menjadi jawaranya dengan meng-IPO-kan 5 perusahaan.

Total proceeds yang dicatatkan oleh XA dari kelima perusahaan yang berhasil di-IPO-kan mencapai setidaknya Rp 529 miliar.

Kemudian di posisi kedua dan ketiga ada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM/LG) dan PT UOB Kay Hian Sekuritas (AI) dengan masing-masing 4 proyek IPO yang sudah tercatat per tanggal 8 Agustus 2022.

Namun secara value, TRIM/LG menjadi jawara dengan nilai proceeds IPO sebesar hampir Rp 930 miliar. Angka tersebut belum menghitung GOTO, di mana TRIM/LG menjadi salah satu penjamin emisi dengan komitmen 33,24% bersama PT Mandiri Sekuritas (CC) dan PT Indo Premier Sekuritas (PD).

Baik CC maupun PD juga menghuni jajaran perusahaan AB yang berhasil meng-IPO-kan perusahaan bervaluasi besar (GOTO).

Selanjutnya ada juga PT Sucor Sekuritas (AZ) yang sejak awal tahun sudah meng-IPO-kan 2 perusahaan sebagai penjamin emisi utama yaitu PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) dengan komitmen sebesar 64,73% dari proceeds senilai Rp 288,8 miliar.

Selain dari ADCP, AZ juga menjadi penjamin emisi dari IPO anak usaha PT Smarfren Telecom Tbk (FREN) yaitu PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dengan nilai proceeds mencapai Rp 1 triliun di mana AZ menjadi penjamin emisi dengan komitmen 61,19%.

Namun yang paling fantastis adalah PT Ciptadana Sekuritas Asia (KI). AB yang satu ini merupakan penjamin emisi utama dengan skema full commitment dua IPO paling fenomenal sepanjang tahun ini, siapa lagi kalau bukan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT WIR Asia Tbk (WIRG).

Nilai proceeds dari IPO kedua perusahaan tersebut mencapai Rp 1,09 triliun. Tidak hanya nilai IPO-nya saja yang tergolong besar, tetapi kedua saham tersebut harganya melesat tinggi di pasar sekunder.

Saham ADMR dan WIRG ditutup terkena Auto Reject Atas (ARA) saat debutnya di lantai bursa dengan menguat 35% karena harga IPO keduanya masih di bawah Rp 200/unit.

Bahkan semenjak IPO, return dari capital gain kedua saham tersebut tercatat sangat fantastis. ADMR menduduki peringkat pertama dengan kenaikan harga saham mencapai 1.520% dan WIRG naik 257% sejak IPO.

Selain KI, ada juga perusahaan AB yang sukses membawa IPO suatu perusahaan hingga harga sahamnya terbang lebih dari 200%.

Adalah PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) yang juga sukses ARA di hari perdana listing dan sejak IPO telah menguat 258%.

Penjamin emisi ASHA adalah PT KGI Sekuritas Indonesia (HD) dan PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (BQ) dengan komitmen masing-masing 71,43% dan 28,57%.

Itulah tadi rentetan capaian kinerja para AB di tengah maraknya aksi korporasi berupa IPO tahun ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA  


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Balas Dendam, tapi Apa Kuat ke 7.000 Lagi?


(trp/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading