KB Bukopin Sambut Animo Mobil Listrik di Pasar RI

Market - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
28 July 2022 10:33
Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5 Produksi Indonesia yang di pamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 di JIExpo-Kemayoran, Kamis (31/3/2022). IONIQ 5 merupakan mobil listrik yang diproduksi di pabrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo). Foto: Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5 yang di pamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 di JIExpo-Kemayoran, Kamis (31/3/2022). IONIQ 5 merupakan mobil listrik yang diproduksi di pabrik Hyundai di Cikarang, Jawa Barat. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo).

Jakarta, CNBC Indonesia - Mobil listrik saat ini sudah mulai banyak terlihat melintas di jalanan di Indonesia. Mobil yang digadang ramah lingkungan dan minim emisi ini menunjukkan adanya tren peralihan kendaraan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik.

Mobil yang tak menghasilkan emisi ini juga disebut menjadi pendorong berkembangnya energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Tak heran, animo masyarakat begitu terasa dalam menyambut berbagai keluaran mobil listrik yang terbaru.

PT Hyundai Motors Indonesia menjadi salah satu produsen mobil listrik melalui produk Hyundai Ioniq. Seri Hyundai Ioniq 5 ini merupakan mobil listrik pertama yang sepenuhnya dibuat di Indonesia, yaitu di pabrik Hyundai yang berlokasi di Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.


Sejak diperkenalkan pada Maret 2022, Hyundai Motors Indonesia mencatatkan total surat pemesanan kendaraan (SPK) mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) Ioniq 5 sebanyak 1.700 unit.

Diketahui mobil ini menjadi EV pertama Hyundai yang dibangun di atas Electric-Global Modular Platform (E-GMP). Hyundai Ioniq 5 menyematkan teknologi Vehicle-to-Load (V2L), yaitu fitur yang memungkinkan pengguna memperoleh daya listrik hingga sebesar 3,6 kW untuk mengisi ulang daya berbagai perangkat listrik, seperti sepeda listrik, skuter listrik, atau peralatan berkemah.

Tak hanya itu, Ioniq 5 bahkan memiliki jarak tempuh hingga 481 kilometer dengan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,4 detik. Uniknya, mobil ini memiliki lima pilihan warna eksterior, yaitu Optic White, Magnetic Silver Metallic, Titan Grey Metallic, Midnight Black Pearl, dan Gravity Gold Matte.

Masing-masing tipe Hyundai Ioniq 5 memiliki harga yang berbeda-beda. Prime Standard Range dibanderol Rp 718 juta, Prime Long Range seharga Rp 759 juta, Signature Standard Range sebesar Rp 779 juta, dan Signature Long Range yang mencapai Rp 829 juta on the road (OTR) Jakarta.

Bukan hanya Ioniq 5, Hyundai juga menjadi pionir mobil listrik yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia dengan kehadiran Hyundai Kona. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), model mobil (BE) Hyundai mendominasi penjualan ritel kendaraan listrik dengan pangsa pasar 87,3%.

Melihat penjualan mobil listrik yang cukup tinggi ini, perusahaan pembiayaan pun optimistis dengan sektor baru tersebut. Salah satunya KB Bukopin melalui Korean Link Business.

 

KB BukopinFoto: Dok KB Bukopin

 

Korean Link Business merupakan inisiasi yang didukung oleh KB Kookmin Bank selaku Ultimate Shareholder. Layanan ini berfokus pada perusahaan berbasis Korea yang beroperasi di Indonesia.

Ekspansi bisnis tersebut meliputi penyaluran kredit (lending), penghimpunan dana, garansi bank, serta fasilitas trade finance seperti LC, SKBDN, dan standby LC. Langkah ini merupakan salah satu upaya KB Bukopin yang didukung oleh KB Kookmin Bank untuk menjadi bank global ke depannya.

Hingga kuartal I-2022, sebanyak 51 perusahaan Korea telah terjaring dalam Korean Link Business KB Bukopin. Adapun 44 di antaranya dalam penghimpunan dana (funding) dan 7 lainnya dalam penyaluran kredit (lending) dan trade finance.

Sejak Korean Link Business dijalankan pada kuartal I-2021, tingkat penghimpunan dana (funding) meningkat Rp 6,3 triliun menjadi Rp 7,8 triliun. Sementara penyaluran kredit (lending) sampai dengan 31 Desember 2021 telah mencapai Rp 420 miliar.

"Bank KB Bukopin telah memberikan pembiayaan kepada dealer authorized Hyundai dan melakukan kerja sama pembiayaan atau join financing dengan PT Sunindo Kookmin Best Finance (SKBF) untuk penyaluran kredit kepada konsumen selaku end user mobil listrik," ujar Wakil Direktur Utama Robby Mondong.

Selain pinjaman untuk para dealer Hyundai Motor Indonesia dalam produk dealer financing, KB Bukopin juga menyediakan layanan untuk konsumen end user. Perusahaan ini menyediakan produk pinjaman dengan plafon maksimal Rp 1,5 miliar dan DP 20%.

Melalui kerja sama ini, Robby Mondong berharap agar KB Bukopin bersama Hyundai dapat terus berkontribusi mendukung arus pengembangan mobil listrik di Tanah Air agar dapat berjalan lebih baik dan stabil.

"Harapannya, Perseroan dapat berkontribusi untuk menyalurkan pembiayaan yang mendukung kestabilan keramahan lingkungan melalui pembiayaan kepada dealer authorized partner Hyundai dan membantu konsumen mendapatkan fasilitas pembiayaan mobil listrik," tuturnya.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap KB Bukopin dan mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan dengan energi baru terbarukan (eBT) melalui penggunaan mobil listrik.

Lebih lanjut, nasabah dapat memanfaatkan financing KB Bukopin ini untuk mengakses kepemilikan mobil listrik Hyundai dengan mudah. Untuk layanan perbankan dari KB Bukopin dapat diakses melalui laman resmi KB Bukopin dan Hallo KB Bukopin 14005.

"Untuk mendapatkan mobil listrik dari, konsumen dapat mengunjungi Bank KB Bukopin terdekat, dan bank akan membantu mencarikan stok mobil listrik di dealer authorized Hyundai yang ready saat ini, serta menyediakan produk kredit kendaraan bermotor bagi nasabah (auto loan)," ujar dia.

 



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mobil Listrik Banjir Insentif, Bukti Keseriusan Pemerintah?


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading