'Tersangka Pembunuh' Rupiah Pagi Ini: The Fed dan IMF

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
27 July 2022 09:10
Pekerja pusat penukaran mata uang asing menghitung uang Dollar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo di Melawai, Jakarta, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini. Sentimen eksternal jadi pengganjal bagi laju mata uang Nusantara.

Pada Rabu (27/7/2022), US$ 1 dibanderol Rp 14.930 kala pembukaan perdagangan pasar spot. Rupiah masih menguat 0,43% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Namun hanya dalam hitungan menit, rupiah masuk jalur merah. Pada pukul 09:06 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 15.005 di mana rupiah melemah tipis 0,07%.

Tidak hanya rupiah, berbagai mata uang utama Asia pun tidak berdaya di hadapan dolar AS. Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang Benua Kuning pada pukul 09:07 WIB:

Setidaknya ada dua sentimen yang membuat investor ragu untuk masuk ke pasar keuangan negara-negara berkembang di Asia. Satu, investor menantikan hasil rapat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang diumumkan Kamis dini hari waktu Indonesia.

Dalam rapat tersebut, Ketua Jerome 'Jay' Powell akan menentukan suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, pasar berekspektasi Federal Funds Rate akan naik 75 basis poin (bps). Kemungkinan ke arah sana mencapai 72,7%.

Namun bukan tidak mungkin Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) mengambil langkah 'nekat' dengan menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin. Kansnya tidak bisa dianggap remeh, masih 27,3%.

fedSumber: CME FedWatch

Sambil menunggu pengumuman dari Washington DC, sepertinya pelaku pasar memasang mode bermain aman. Lebih baik tidak mengambil risiko dengan 'bermain api' di aset-aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia. Ini membuat rupiah kekurangan 'darah' sehingga bergerak melemah.

Halaman Selanjutnya --> IMF Bawa Kabar Kurang Sedap

IMF Bawa Kabar Kurang Sedap
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading