Morgan Stanley Sebut Harga GOTO Kemahalan, Ini Dasarnya

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
25 July 2022 18:30
Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/4/2022).. (dok. GoTo) Foto: Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/4/2022).. (dok. GoTo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank investasi raksasa asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley, menyebut bahwa saham teknologi GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) kemahalan (overvalued). Pada saat yang sama, lembaga ini juga memberikan peringkat underweight dengan target harga Rp 230.

Dalam laporannya Morgan Stanley mengamini bahwa super app seperti milik Gojek merupakan pintu gerbang bagi konsumer kawasan ASEAN yang baru terdigitalisasi. Akan tetapi, meski merupakan pemimpin di Indonesia, GOTO memiliki pangsa pasar (TAM) yang lebih kecil dibandingkan dengan kompetitornya  kas yang lebih sedikit dan juga kurang menguntungkan.

"GoTo harusnya didagangkan (di harga) diskon, namun saat ini diperdagangkan pada 20x EV/Revenue 2023. Pemain lain di industri sejenis ada di ~2x," tulis analis MS, Mark Goodridge dan Da Wei Lee dalam laporannya.


Meski GOTO memiliki posisi yang bagus, akan tetapi jika dibandingkan dengan kompetitor regional menjadi kurang optimal. Analis MS menyebut dibandingkan dengan Sea Limited yang merupakan induk Shopee dan Grab, GOTO memiliki total addressable market (TAM) yang lebih kecil, tingkat potensi profitabilitas yang lebih rendah secara struktural dan jumlah kas yang lebih sedikit.

Analis MS memprediksi TAM GOTO akan tembus US$ 18 miliar pada 2025. Angka tersebut memang sangat besar tapi masih lebih kecil dari pangsa pasar Sea (US$ 30 miliar) dan Grab (US$ 20 miliar) di kawasan ASEAN. Hal ini karena GOTO yang lebih berfokus di pasar domestik Indonesia, sedangkan Grab dan Sea memiliki jaringan lebih luas. Selain itu analis MS juga menyebut bahwa GOTO telah kehilangan posisi puncak pemimpin pasar di sektor on-demand kepada Grab dan segmen e-commerce kepada Shopee.

Proyeksi MS menyebut GOTO baru akan memperoleh profitabilitas EBITDA di kedua segmen tersebut pada tahun 2024 dan 2025. GOTO juga diprediksi akan mencatatkan profitabilitas dalam EBITDA yang disesuaikan pada tahun 2025, tahun yang sama dengan Grab akan tetapi lebih lama setahun dibanding induk Shopee.

Meski demikian, besaran laba yang dihasilkan GOTO diprediksi akan jauh lebih kecil daripada yang dicatatkan oleh Grab dan Sea.

Peta Persaingan GOTO di Pasar DomestikFoto: Morgan Stanley
Peta Persaingan GOTO di Pasar Domestik

Dalam laporannya, analis MS menyebut bahwa base case harga saham GOTO berada di Rp 230 yang mana perusahaan diperkirakan kehilangan pangsa pasar di on-demand dan bertambah di segmen e-commerce. Bull case di Rp 430 apabila perusahaan mampu memenangkan pasar di dua segmen tersebut dan bear case di Rp 140 apabila GOTO kehilangan pangsa pasar di kedua segmen tersebut.

Saat saham GOTO diperdagangkan di harga Rp 300/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 355,31 triliun dan merupakan perusahaan dengan valuasi tertinggi kelima di Bursa Efek Indonesia. Sebelumnya, GOTO bahkan pernah menjadi perusahaan paling bernilai nomor tiga di Indonesia melewati Bank Mandiri (BMRI) dan Telkom Indonesia (TLKM).

Target harga dari Morgan Stanley tersebut berarti saham GOTO berada 43% lebih rendah dari harga penutupan perdagangan tertinggi tahun ini. Meski demikian, perusahaan masih menjadi yang terbesar kelima di bursa dengan target harga Rp 230 tersebut dan kapitalisasi pasarnya masih di atas Astra Indonesia (ASII).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Disebut Sudah Tetapkan Harga IPO, Ini Kata GoTo


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading