Beri Kuliah Umum di Unsoed, Ini Pesan Erick Buat Mahasiswa

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
05 July 2022 18:20
Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Tangkapan layar IG Erick Thohir) Foto: Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Tangkapan layar IG Erick Thohir)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan kalau sudah waktunya Indonesia memiliki ekosistem digital sendiri dan bukan hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Apalagi menurutnya dunia sedang menghadapi disrupsi yang sangat berat.

"Ada disrupsi yang dihadapi dunia, yakni geoekonomi, demografi, lingkungan, teknologi, dan juga kesehatan," jelas Erick dalam kuliah umum di Universitas Jenderal Soedirman, Selasa (5/7/2022).

Menurutnya, geopolitik yang terjadi menyebabkan geoekonomi terutama pada rantai pasok. Adapun demografi tidak dapat dipungkiri akan menyebabkan perubahan gaya hidup.


"Dulu banyak yang baca koran, lalu nonton TV, kalau ada berita yang tidak bagus bisa diulang dilihat lagi, (dicek) dibaca lagi. Sekarang orang lihat berita dari TikTok, lalu berasumsi, berita bohong bisa jadi berita benar," tegas Erick.

Di lingkungan hidup, menurut Erick, kini musim tidak bisa diprediksi seperti dahulu yang jelas waktunya.

"Di AS musim salju berkepanjangan dan harga kedelai naik, siapa yang bisa memastikan kita tidak ada musim kemarau berkepanjangan. Alam berubah, belum lagi kesehatan," ungkap Erick.

Menurutnya, tidak ada yang menjamin kalau dalam 10 tahun lagi tidak ada pandemi. Menurutnya, meski Indonesia menjadi salah satu negara yang baik dalam menghadapi pandemi Covid-19 tapi tidak ada jaminan apapun.

Oleh karena itu, Erick menilai pengembangan teknologi dan digitalisasi menjadi keharusan untuk mempersiapkan berbagai disrupsi yang terjadi.

Erick menambahkan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan SDA, tetapi juga perlu diperkuat oleh knowledge based economy. Dengan memiliki growth mindset, generasi muda bisa menjadi lebih agile dan adaptif.

Untuk mewujudkan kemandirian digital, BUMN tentu tak bisa sendirian. Untuk itu, Erick terus berkolaborasi dengan universitas dalam menciptakan link and match antara pendidikan dengan industri.

"Saya selalu senang datang ke kampus supaya ada link and match menyambungkan yang lulus untuk mendapat kerja. Saya bicara dengan para rektor, kalau memang industrinya akan tutup, ya jenis pelajaran mahasiswa tersebut harus dikurangi karena lapangan kerjanya tidak ada lagi atau hilang. Makanya perlu kerja sama BUMN dan universitas-universitas," pungkas Erick.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Komoditas Naik Hingga 2030, Tidak Akan Turun Lagi!


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading