Erick Thohir: Kalau Minyak US$ 380, Negara Tak Bisa Subsidi

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
05 July 2022 17:35
Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Tangkapan layar IG Erick Thohir) Foto: Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Tangkapan layar IG Erick Thohir)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Rusia ke Ukraina yang berkepanjangan bukan hanya menyebabkan geopolitik yang kacau, namun sudah berimbas pada ekonomi.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan sekarang bukan hanya ada masalah geopolitik namun juga geoekonomi.

Dalam kuliah umum di Universitas Jenderal Soedirman, Erick mengatakan kalau dampak serangan Rusia ke Ukraina membuat harga minyak terus naik.


"Harga minyak diprediksi akan mencapai US$ 380 (per barel). Adapun dana subsidi dari pemerintah hanya Rp 350 triliun atau (asumsi) harga minyak US$ 100 hingga US$ 110, kalau sampai US$ 380 maka subsidi akan mencapai Rp 1.400 triliun, negara tidak sanggup," tegas Erick, Selasa (5/7/2022).

Erick menyebut ada 60 negara lain yang diramalkan bangkrut jika harga minyak mencapai angka tersebut. Adapun Indonesia bukan salah satunya, asal bisa berdisiplin.

Menurutnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi dan memanfaatkan berbagai hal, termasuk perubahan gaya hidup.

Selain geoekonomi, Erick menyebutkan kalau disrupsi yang melanda dunia adalah demografi, lingkungan, teknologi, dan juga kesehatan.

"Dahulu cuaca bisa jelas misal kemarau dari bulan apa ke apa, kalau sekarang tidak bisa, tidak heran banyak pasokan pangan yang terganggu. Soal kesehatan, siapa yang bisa menjamin dalam 10 tahun Covid-19 bisa benar-benar hilang?," jelas Erick.

Ke depan, Erick berharap generasi muda bisa memanfaatkan berbagai hal untuk memajukan Indonesia. Bukan hanya menjadi pasar, namun juga bisa menciptakan ekosistemnya sendiri.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menyebutkan ada sembilan jenis pekerjaan yang akan 'lenyap' pada 2030 mendatang.

Adapun sembilan pekerjaan yang akan hilang pada 2030 yakni tenaga jasa penyiapan makanan, tenaga administrasi perkantoran, tenaga jasa transportasi, hingga tenaga produksi manufaktur non auto.

Kemudian, construction and extraction, traditional farming, fishing, and forestry, sales and related field, social media manager, dan terakhir adalah tenaga jasa keamanan. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Baca Nih, Pasar Minyak Mentah Dunia Terancam, Yakin RI Aman?


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading