Arah Kripto di Semester II-2022, Pulih atau Makin Memburuk?

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
04 July 2022 15:20
Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto sepanjang semester I-2022 mencatatkan kinerja yang buruk. Pada periode tersebut, kripto menyentuh level terendah sejak beberapa tahun terakhir.

Bitcoin, Ethereum, dan beberapa kripto lainnya menyentuh level terendahnya sejak 2017 dan 2018 pada semester I-2022. Bahkan bisa dibilang bahwa tahun ini merupakan pembalikan dari tahun lalu, di mana Bitcoin dan Ethereum mencetak all time high (ATH), dua kali hanya dalam setahun.

Tetapi sepanjang pada tahun ini, keduanya justru mencatatkan zona terendahnya selama dua kali, di mana Bitcoin menyentuh zona terendahnya sejak tahun 2020 pada Mei lalu dan menyentuh zona terendah sejak tahun 2017 pada bulan lalu.


Meski begitu, tahun ini masih berjalan setengahnya dan periode semester II-2022 baru di mulai, sehingga potensi pembalikan arah (rebound) masih terbuka lebar. Tetapi, apabila kondisi global masih belum memungkinkan, bukan tidak mungkin Bitcoin dan kripto lainnya akan makin memburuk.

Hingga saat ini, Bitcoin terus berjuang di kisaran ketat antara US$ 19.000-US$ 22.000 dan Bitcoin belum mampu menguat ke atas kisaran US$ 22.000, sehingga untuk mencapai level ATH masih sangat sulit karena Bitcoin perlu menembus lebih dahulu zona psikologisnya di US$ 30.000.

Bitcoin (BTC)Sumber: CoinMarketCap
Bitcoin (BTC)

Jatuhnya pasar kripto disebabkan oleh sikap investor yang merasa pesimis tentang kondisi ekonomi global di tengah lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga acuan bank sentral. Pasar kripto semakin berkorelasi dengan pasar saham dalam beberapa bulan terakhir, yang membuatnya semakin terkait dengan faktor ekonomi global.

Selain faktor ekonomi makro, analis dari Oana, Edward Moya mengatakan bahwa investor juga khawatir dengan masalah yang menimpa pemain kripto utama, di mana hal ini dapat melepaskan guncangan pasar yang lebih luas.

Perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) kripto Three Arrows Capital menghadapi krisis likuiditas setelah runtuhnya TerraUSD (UST) dan luna (LUNA). Selain Three Arrows Capital, ada pula perusahaan kripto Celsius Network mengumumkan akan menangguhkan penarikan pelanggan akibat kondisi pasar yang 'ekstrem'.

"Siklus berita sangat buruk di pasar kripto. Setelah adanya laporan default, tidak mengherankan bahwa Three Arrows Capital telah diperintahkan untuk dilikuidasi. Kekhawatiran berkembang bahwa runtuhnya Three Arrows Capital dapat memicu risiko penularan pasar lebih lanjut," kata Moya, dikutip dari NextAdvisor.

Perang Rusia-Ukraina, inflasi, dan perubahan kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan terus mendorong lebih banyak volatilitas di pasar kripto dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

Volatilitas bukanlah hal baru di pasar kripto, di mana hal ini merupakan alasan utama para ahli mengatakan kepada investor kripto baru bahwa mereka harus sangat berhati-hati ketika mengalokasikan sebagian dari portofolio mereka ke cryptocurrency.

Bitcoin telah menunjukkan peningkatan nilai yang stabil selama bertahun-tahun seperti mata uang kripto lainnya di pasar. Masuk akal bagi investor Bitcoin untuk penasaran seberapa tinggi akhirnya bisa naik.

Sayangnya, beberapa pengamat menilai bahwa Bitcoin sangat sulit diprediksi dan bahkan lebih rentan terhadap faktor pasar daripada kelas aset yang lebih mapan.

Prediksi Semester II-2022
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading