Sukses Terbitkan Green Bond Rp 5 T, Saham BBNI Kok Turun?

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
01 July 2022 14:35
Gedung Bank BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten perbankan milik BUMN, Bank Negara Indonesia (BBNI), kembali melemah pada perdagangan sesi I Jumat (1/7), meskipun perusahaan baru-baru ini telah mengumumkan aksi korporasi besar. Saham BBNI melemah 0,96% ke harga Rp 7.775/saham dengan total transaksi tercatat sebesar Rp 59,02 miliar. Transaksi yang tidak terlalu ramai ini berpindah tangan sebanyak 3.774 kali dan melibatkan 7,55 juta saham.

Kondisi ini membuat saham BBNI turun 4,60% dalam sepekan, sedangkan dalam sebulan terakhir saham ini ambles 13,13%. Meski demikian sejak awal tahun saham BBNI masih tumbuh 15,19%.

Sebelumnya BBNI mengumumkan perolehan pembiayaan baru dari obligasi berwawasan lingkungan (green bond) senilai Rp 5 triliun. Keterangan resmi perusahaan menyebut obligasi tersebut bahkan mengalami oversubscribe hingga 4 kali dan ditawarkan dalam kurun tiga hari saja, 14-16 Juni 2022.


Permintaan kuat dari investor akan kepemilikan obligasi berwawasan lingkungan tersebut tampaknya menjadi lampu hijau bagi BBNI untuk terjun lebih jauh ke green banking yang menurut Corporate Secretary BNI Mucharom merupakan masa depan perbankan nasional.

Mucharom menjelaskan, BNI akan melakukan pembiayaan maupun pembiayaan kembali proyek-proyek dalam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam dan penggunaan tanah yang berkelanjutan.

Mucharom juga memaparkan, per kuartal pertama tahun ini, perseroan mencatat portofolio hijau BNI mencapai Rp 170,5 triliun. Nilai ini mengambil porsi 28,9% dari total portofolio kredit BNI.

Meski portofolio hijau bertambah banyak, BNI masih belum secara eksplisit menyebut akan menghentikan pendanaan ke sektor yang menghasilkan emisi tinggi seperti batu bara dan migas. Tidak seperti saingan sesama bank BUMN yang mana Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menghentikan pembiayaan bagi sektor energi fosil seperti, batu bara dan minyak bumi.

Sejak 21 Juni 2022, atau ketika Bank BNI secara efektif memperoleh dana hasil penawaran obligasi, saham BBNI tercatat hanya mampu menguat dalam satu hari perdagangan. Meski demikian perlu dicatat bahwa kondisi pasar saat ini masih mengalami turbulensi akibat inflasi global yang semakin parah dan kebijakan suku bunga tinggi yang diambil oleh banyak ekonomi utama dunia.

Kuartal pertama tahun ini, pendapatan BBNI tercatat sebesar Rp 15,61 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 3,96 triliun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BNI Terbitkan Green Bond Rp 5 T, Berapa Kuponnya?


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading